Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Nuzulul Quran di IKN, Kemenag Tekankan Pentingnya Amanah Menjaga Alam

Nusantara, Bimas Islam --- Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (7/3/2026) malam, menjadi momentum untuk mengingat kembali peran manusia dalam menjaga keseimbangan kehidupan dan kelestarian alam. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun hubungan yang harmonis dengan sesama manusia maupun lingkungan. Menurutnya, pesan-pesan Al-Qur’an perlu diwujudkan melalui perilaku nyata, bukan berhenti pada aktivitas membaca dan memahami ayat-ayatnya.

Abu Rokhmad mengatakan, Nuzulul Qur’an tidak semestinya dipahami sebatas peringatan atas peristiwa turunnya wahyu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana ajaran Al-Qur’an telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai amanah, kepedulian, dan tanggung jawab yang terkandung di dalamnya perlu menjadi landasan bagi manusia dalam menjalankan perannya di bumi. Dengan pemahaman tersebut, peringatan Nuzulul Qur’an diharapkan dapat mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran spiritual sekaligus memperkuat kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

“Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menjaga amanah di bumi dan sesama manusia. Ini yang harus kita implementasikan secara nyata,” ujar Abu Rokhmad. Ia menjelaskan, pesan tersebut mengingatkan manusia bahwa kehidupan di bumi mengandung tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran. Menjaga lingkungan, membangun hubungan sosial yang baik, serta menghormati hak sesama merupakan bagian dari upaya menerjemahkan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut juga relevan dengan pelaksanaan kegiatan di Masjid Negara IKN yang dirangkaikan dengan program NgabubuRead. Program ini menjadi sarana edukasi publik yang mengajak masyarakat mengambil pelajaran dari keteraturan ciptaan Allah. Melalui pendekatan literasi keagamaan, masyarakat didorong untuk tidak hanya membaca teks keagamaan, tetapi juga merenungkan makna dan pesan yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Dengan demikian, pemahaman terhadap Al-Qur’an dapat berkembang menjadi kesadaran untuk menjaga keseimbangan alam dan membangun harmoni di tengah keberagaman.

Abu Rokhmad menuturkan, Al-Qur’an memiliki dimensi ekologis yang mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan lingkungan. Alam bukan sekadar ruang tempat manusia menjalankan aktivitas, melainkan bagian dari ciptaan Allah yang perlu dijaga keseimbangannya. Pemahaman ini menjadi penting di tengah kehidupan modern yang menuntut manusia mampu menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan tanggung jawab menjaga lingkungan. Nilai spiritual yang dipelajari melalui Al-Qur’an diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa pemeliharaan alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai penerima amanah di bumi.

Kementerian Agama, lanjut Abu Rokhmad, terus mengembangkan berbagai program yang menghubungkan nilai spiritual dengan aksi nyata di tengah masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui literasi keagamaan Islam, dakwah moderat, serta kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Program-program tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman bahwa ajaran agama tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah, tetapi juga mengatur bagaimana manusia membangun relasi sosial, menjaga kerukunan, dan menjalankan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Implementasi ini tidak terbatas pada ritual semata, tetapi tercermin dalam perilaku sehari-hari,” katanya. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an perlu hadir dalam pilihan dan tindakan yang dilakukan masyarakat setiap hari. Kesadaran menjaga lingkungan, membangun hubungan yang saling menghormati, serta menunjukkan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. Karena itu, pendidikan keagamaan perlu terus mendorong masyarakat memahami hubungan antara ibadah, tanggung jawab sosial, dan kelestarian alam.

Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Negara IKN diharapkan menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an memiliki pesan yang relevan bagi kehidupan masyarakat modern, termasuk dalam membangun kesadaran ekologis. Abu Rokhmad berharap momentum tersebut menginspirasi masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjaga keharmonisan, memperkuat kepedulian sosial, dan merawat lingkungan hidup. Dengan mengamalkan nilai-nilai tersebut secara konsisten, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mendorong lahirnya perilaku yang membawa manfaat bagi kehidupan bersama.

Screenshot 2026-10-27 113730

Tagar Terkait:
#KerukunanUmat#InfoMasjid#KUA#Penais#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Direktorat Penerangan Agama Islam
PenaisLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.