Bimas IslamDitjen Bimbingan Masyarakat Islam · Kemenag RI

Merawat Ingatan Nusantara: ‘Ngaji Budaya’ Bedah Kekayaan Manuskrip dan Seni Tulis Islam

Jakarta, Bimas Islam --- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama menghadirkan ruang baru dalam merawat tradisi keislaman lewat diskusi publik bertajuk "Ngaji Budaya dan Tradisi Islam di Nusantara". Disiarkan secara hibrida melalui kanal YouTube Bimas Islam TV bekerja sama dengan Ngariksa (Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara) pada Senin (26/10/2026), serial perdana ini mengusung tema spesifik: Goresan Tangan Muslim: Dari Turats hingga Mushaf.

Forum ini menghadirkan para pakar lintas disiplin untuk membedah bagaimana Islam masuk, berakar, dan berakulturasi secara harmonis dengan tradisi lokal melalui ragam tradisi tulis. Hadir sebagai narasumber, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam Kemenag, Muchlis Muhammad Hanafi, dan Direktur Lembaga Kaligrafi Al-Qur’an (LEMKA), Didin Sirojuddin. Diskusi ini dipandu Pengampu Ngariksa, Prof. Oman Fathurahman (Kang Oman).

Dalam pengantar awal, Kang Oman memaparkan bagaimana Islam berakulturasi dengan budaya lokal melalui aksara yang memiliki akar sejarah panjang di dalam khazanah manuskrip kuno Nusantara. “Aksara merupakan medium penting para pendakwah Islam di masa lampau. Teks-teks keislaman disalin ulang, diterjemahkan, dan dimodifikasi aksaranya agar sesuai dengan konteks lokal. Kita bisa lihat bagaimana para ulama Nusantara menyebarkan ajaran Islam melalui karya-karya beraksara Jawi, Pegon, dan Serang supaya Islam dapat membumi di tengah masyarakat kita,” terang Kang Oman.

Pengampu Ngariksa ini mengingatkan pentingnya menjadikan warisan tertulis Islam sebagai rujukan utama dalam memperkuat moderasi beragama yang berakar pada kearifan lokal. “Dalam turats dan mushaf, tersimpan ajaran Islam yang utama. Mari kenali budaya tulis milik bangsa yang berabad-abad menyokong dakwah dan syiar agama,” ucapnya.

Direktur Penais Bimas Islam Kemenag menegaskan bahwa program Ngaji Budaya akan menjadi strategi kebudayaan jangka panjang untuk merawat kerukunan beragama melalui pemahaman sejarah yang inklusif.

“Salah satu tugas pokok dan fungsi Penerangan Agama Islam (Penais) ini adalah merawat ingatan publik terhadap budaya dan tradisi tulis Islam di Indonesia. Melalui kegiatan ini diharapkan timbul kecintaan terhadap ajaran Islam yang indah, misalnya dalam goresan tangan Muslim Nusantara yang tidak hanya indah dengan ragam kaidah, melainkan berakar kuat dalam identitas budaya yang tak boleh lekang dimakan zaman,” ujarnya.

Dari sudut pandang estetika dan seni rupa Islam, Direktur LEMKA membedah bagaimana seni tulis aksara Arab mengalami lokalisasi yang unik di Indonesia, yang membedakannya dari dunia Islam di kawasan Timur Tengah. “Kaligrafi bukan sekadar seni menyalin ayat suci, tetapi ruang dialog antara nilai transenden dan keindahan estetika lokal. Ketika motif tradisional dipadukan dengan kaidah khat, tercipta identitas visual Islam Nusantara yang kaya makna dan filosofi,” tuturnya.

“Misalnya beberapa waktu lalu LEMKA menginisiasi penyalinan mushaf Al-Qur’an Nusantara oleh 365 orang khattaat terbaik yang memadukan khat naskhi dengan ragam iluminasi terbaik yang terinspirasi seni dan budaya dari seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sebagai agama yang indah tetap mengapresiasi identitas keindahan lokal,” sambungnya.

Siaran perdana Ngaji Budaya mendapat sambutan dari para penyuluh agama Islam di seluruh Indonesia serta kalangan akademisi. Tercatat, ribuan peserta ikut gabung dan menyimak. Seniar ini direkomendasikan untuk digelar rutin guna memperkaya narasi kultural dalam kurikulum penyuluhan Islam, agar pesan-pesan keagamaan dapat diterima masyarakat luas melalui pendekatan yang humanis dan membumi.

(Kemenag.go.id)

Tagar Terkait:
#ModerasiBeragama#KerukunanUmat#KUA#PenyuluhAgama#Penais#BimasIslam#KemenagRI

Kontributor & Unit Kerja

Klik kontributor atau unit kerja untuk melihat seluruh berita terkait.

Reporter
Bimas Islam
Peliputan & Penulisan NaskahLihat liputan reporter
Editor
Redaksi Ditjen Bimas Islam
Penyunting Naskah & KurasiLihat artikel editor
Fotografer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Dokumentasi Visual & FotoLihat arsip foto
Unit Kerja
Direktorat Penerangan Agama Islam
PenaisLihat berita unit kerja
Dipublikasikan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli
Berita · 26 Okt 2026

Ada RISE dan KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan Teman Tuli

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kemenag menyiapkan Ruang Inklusif dan Setara (RISE) dan pengembangan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) untuk mempermudah akses penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, terhadap pemahaman ajaran Islam.