Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
OPINI
Semarak Maulid Di Madinah Al-Munawwarah
  • Sunday, 10 November 2019 | 08:11
  • Noor Hidayat Kurniawan
  • opini

Oleh :
Anwar Saadi



Jumat malam Sabtu tanggal 8 Nopember 2019 bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul awwal 1441 H, merupakan moment kelahiran atau miladnya Nabi Muhammad SAW.  Sungguh suasana disini sangat semarak ditandai dengan banyaknya pengunjung atau jamaah yang memadati masjid nabawi dari mulai bagian dalam sampai ke halaman sekitar masjid nabawi terlebih lagi di raudhah dan di depan makam Rasulullah. Banyaknya jamaah yang berkunjung mengingatkan akan momentum musim haji dimana jamaah shalat dan peziarah ke makam Rasulullah datang dari berbagai penjuru dunia dengan jumlah yang sangat besar dan memadati seluruh area masjid nabawi. Dapat dipahami karena malam mini merupakan momentum peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, manusia agung, paling baik tutur katanya, paling lembut perangainya dan paling sayang kepada umatnya.
 
Saat memandangi wajah para pecinta Rasul yang berziarah ke makamnya sangat nampak keerinduan mereka kepada  Rasulullah, mereka mendoakan Rasul sayyidul basyar, mereka mengucapkan “assalamualaika ya Rasulallah…assalamualaika ya habiballah….” getaran doa dan shalawat seperti mengguncang relung hati dan jiwa menambah kecintaan kepada Rasulullah…. terlihat wajah-wajah tulus sesekali menyeka air mata saat memanjatkan doa, tersirat dalam benak mereka inilah makam Rasulullah, manusia pilihan Allah yang namanya selalu disebut saat  shalat, manusia yang menjadi rujukan setiap umat muslimin di dalam menjalani kehidupan di dunia ini untuk dapat mencapai kebahagiaan di akhirat.
 
Suasana dan momentum maulid Nabi di Madinah Al-Munawarah tentu saja berbeda dengan suasana peringatan maulid di Indonesia. Di masjid Nabawi Madinah Al-Munawarah, peringatan Maulid Nabi lebih pada meningkatnya animo masyarakat dunia yang datang mengunjungi makam Rasulullah. Tentu saja mereka memberikan penghormatan dan penghargaan kepada Rasulullah yang telah berjasa menyelamatkan umat manusia dari alam kegelapan yang penuh kemusyrikan menuju alam yang terang benderang penuh dengan cahaya kebenaran.
 
Sementara peringatan maulid Nabi di Indonesia, tentu itidak akan terlewatkan begitu saja tanpa ada pembacaan maulid barjanji, simtuddurar, ataupun maulid lainnya yang diiringi rebana ketimpring ataupun rebana hadrah sebagai alat tetabuan untuk menyemarakan irama pembacaan maulid nabi. Meskipun ada sebagian kaum muslim berpendapat bahwa peringatan seperti itu tidak memiliki dasar dan dianggap bid’ah.  Namun oleh sebagian besar muslim Indonesia yang berpaham ahlusunah wal jamaah, peringatan maulid nabi merupakan bentuk ekspresi dan prilaku kecintaan kepada Rasulullah  dan dianggap sebagai syiar dan dakwah yang bermanfaat untuk meningkatkan kecintaan terhadap Islam serta  meningkatkan amaliah dalam bentuk ibadah dan prilaku sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW.
 
Nabi Muhammad SAW, tanpa merujuk  Michael Heart yang menempatkan nama Muhammad SAW pada urutan teratas dari  Seratus Tokoh Berpengaruh di dunia yang dipilihnya, merupakan manusia luar biasa yang mampu melakukan transformasi budaya dan idiologis mereformasi segala bentuk prilaku budaya  masyarakat Arab Jahiliyah (primitif) menuju era perubahan dan reformasi yang berkeadaban dalam kurun waktu 23 tahun. Masyarakat Arab primitif  yang mengusung paham superioritas kaum pria tidak segan membunuh bayi perempuan hanya karena malu  dan hanya mengharapkan bayi laki-laki untuk dapat memperkuat ketahanan dan superioritas kekuasaan yang dimiliki dan gemar perang saudara karena memperebutkan posisi, kedudukan, dan sumberdaya alam. Dari sisi mentalitas keimanan, kaum Arab primitif memiliki kegemaran melakukan sesembahan terhadap berhala yang tidak memiliki kekuatan dan daya apapun.
 
Budaya saling serang, menghujat penuh kebencian, intoleran, dan sadisme yang menjadi menu harian masyarakat Arab primitif di saat itu berubah menjadi masyarakat  yang beradab, egaliter, toleran dan berakhlak mulia. Hal tersebut dilakukan Nabi Muhammad dalam kurun waktu 23 tahun yang penuh tantangan dan rintangan namun berhasil dilalui Nabi dengan berhasil menjadikan seluruh jazirah Arabia meninggalkan kemusyrikan dan mereka semua beriman kepada Allah SWT.
 
Pertanyaannya kemudian adalah apakah hal-hal prinsip dan fundamental yang dilakukan Nabi sehingga misi belliau berhasil? 
Pertama, saat menghadapi tantangan dan tekanan berat di Kota Makkah yang berdampak mengancam dan merugikan diri dan masyarakat serta masa depan Islam, Nabi hijrah atau pindah  ke Madinah untuk membangunan pusat kegiatan pemerintahan dan dakwah yang lebih kondusif dibandingkan dengan di Makkah saat itu. Di Madinah Nabi mendapatkan sambutan penduduk setempat dan berhasil membangun imperium besar bernama negara Madinah.
Kedua, Nabi tidak membalas segala hujatan dan cacian yang dialami dengan melakukan hal serupa, melainkan mendoakan si pelaku bullying tersebut dengan mendoakan agar yang bersangkutan mendapatkan petunjuk dan hidayah Allah.
Ketiga, nabi memperkuat ketahanan mental masyarakatnya dengan membangun masjid sebagai langkah awal dimulainya reformasi budaya dan revolusi mental masyarakat yang dipimpinnya.
Keempat, Nabi menunjukan performa leadhership luar biasa yang mengayomi semua lapisan masyarakat tanpa mengurangi porsi dakwah dan misi kenabian menegakan prinsip-prinsip tauhid dan menghapus kemusyrikan serta memperkuat  ahlakul karimah. Kelima, penegakan hukum yang berkeadilan. Dalam salah satu statemen Nabi SAW mendeklarasikan “andaikan putriku Fatimah mencuri, aku akan memotong tangannya”. Penegakan hukum yang berkeadilan tanpa pandang bulu menimbulkan efek stabilitas social dan keamanan bisa diwujudkan.
Kelima, Nabi memiliki modal social dan Indek Pembangunan Manusia yang tinggi. Beliau memiliki sifat benar dalam bertindak(shidq), mampu mengemban misi kepemimpinan sebagai Nabi dan Rasul di sisi lain sebagai pemimpin masyarakat (amanah), selalu menggaungkan dan mengajak orang lain menegakan nilai kebaikan (tabligh), dan beliau memiliki intelegsia dan kecerdasan yang tinggi.
 
Kita berharap dan berdoa agar Allah memberikan keberkahan bagi bangsa kita di saat peringatan Maulid ini, diajuhi dari marabahaya, perpecahan dan disintegrasi. Kita berharap masyarakat dan bangsa Indonesia dijauhi dari prilaku saling caci, fitnah, bullying, adu domba dan permusuhan. Semoga bangsa kita menjadi bangsa yang slalu damai, aman dann tenteram, baldatun tayyibatun warabbun ghafur.
Untuk mengenal dan mengingat sosok mulia Rasulullah, kita diajarkan untuk sering-sering bershalawat kepada Nabi berharap syafaat dan pertolongannya di saat tidak ada seorangpun yang dapat menolong menghadapi pengadilan Allah di hari akhir, kecuali syafaat dari beliau. Ya Nabi Salam Alaika
Ya Rasul Salam Alaika
Ya Habib Salam Alaika
Shalawatullah Alaika…..
Madinah, 12 Rabiul Awwal 1421 H/ 8 Nopember 2019.