Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
OPINI
Merancang Masjid Inovatif
  • Monday, 04 November 2019 | 08:49
  • Noor Hidayat Kurniawan
  • opini

Oleh:
Nasichun Amin Gresik*

 
Melanjutkan artikel penulis sebelumnya yang berjudul “Memulai Sistem Pembinaan Masjid sebagai salah satu Inovasi Pelayanan Umat” maka perlu dijelaskan lebih lanjut tentang program-program inonasi yang dapat dilakukan oleh masjid. Inovasi masjid yang dilakukan oleh pengelola masjid atau biasa disebut sebagai takmir masjid atau badan kemakmuran masjid merupakan wujud kemajuan pelayanan takmir kepada jama’ahnya.
 
Stigma masjid yang hanya mengurusi kegiatan ibadah mahdloh saja perlu secara berlahan namun pasti bisa dihapuskan. Walaupun pada dasarnya kewajiban utama adalah melayani pelaksanaan ibadah mahdloh tetapi bila kita kembalikan pada zaman Rasulullah SAW dan para sahabat sampai tabiin, maka fungsi masjid mencakup seluruh elemen kegiatan sosial kemasyarakatan bahkan konsep pengembangan ekonomi umat bisa juga dimusyawarakan melalui lembaga masjid.
 
Selain penataan urusan manajemen pengelolaan masjid yang lebih dahulu dilaksanakan dan dioperasionalkan ada beberapa contoh inovasi yang dapat dilakukan oleh takmir masjid. Diantaranya :
 
1. Masjid mandiri sehat
Masjid yang telah melaksanakan kegiatan infaq sedekah rutin oleh jamaah dan hasilnya bisa digunakan kegiatan sosial seperti kegiatan cek kesehatan rutin bagi jama’ah bulanan, santunan/bantuan biaya berobat jama’ah atau jamaah yang mendapat musibah, bantuan beasiswa anak dlu’afa, atau bahkan dapat untuk membeli mobil ambulan guna pelayanan sosial. Lebih utama lagi apabila bisa membantu kegiatan tanggap becana & musibah di daerah lain.
 
2. Masjid ramah anak dan remaja serta divabel
Masjid yang mempunyai program khusus untuk anak-anak dan remaja sehingga mereka sangat mencintai masjidnya dan mengadakan pembelajaran dan permainan yang bermanfaat di dalam masjid juga untuk jamaah berkebutuhan khusus. Masjid bisa mengkoordinir 1 pekan atau 2 pekan sekali kegiatan yang melibatkan anak-anak bekerja sama dengan TPQ atau lembaga pendidikan sekitarnya. Kegiatan untuk remaja dalam rangka mempersiapkan mereka di era milenial ini juga bisa dilakukan setiap pekan di masjid atau sekitarnya.
 
Masjid juga menyediakan jalan atau alat khusus bagi jama’ah yang mempunyai kebutuhan khusus karena kondisi fisiknya.
 
3. Masjid produktif
Masjid yang mempunyai usaha ekonomi produktif yang sangat menunjang kegiatan kemakmuran masjid. Seperti persewaan mobil untuk ziyarah wisata rohani, persewaan alat-alat walimah, penyediaan konsumsi walimah untuk jama’ah dan lainnya.
 
4. Masjid literasi pesantren & kajian Islam Washatiyah
Masjid yang bukan di dalam lingkup pesantren namun sangat aktif membina jamaahnya dalam kajian keilmuan terutama kajian kitab klasik yang biasa dikaji di pondok pesantren dan Islam Wasathiyah.
 
5. Masjid Sakinah
Masjid yang melaksanakan kegiatan pembinaan rutin keluarga sakinah berbasis masjid dan mempunyai kelompok binaan keluarga sakinah yang aktif minimal 3 kelompok. Kegiatan ini bisa bekerjasama dengan berbagai elemen yang ada seperti kantor urusan agama (KUA) kecamatan, para penyuluh agama Islam, Tim Penggerak PKK desa dan lainnya.
 
6. Masjid Pemberdayaan Muslimat
Peran kaum hawa dalam pemberdayaan umat harus dimantabkan dengan melaksanakan program khusus pemberdayaan perempuan atau muslimat. Pemberdayaan muslimat tidak hanya dengan pengembangan wawasan keilmuan dan keagamaan saja, namun juga dalam bidang keterampilan yang mengarah kepada ekonomi produktif berbasis rumah tangga yang bisa digerakkan melalui masjid.

7. Masjid Pengelelola Sampah
Masjid yang punya program mengumpulkan sampah (bank sampah) khususnya sampah plastik dan kertas yang bisa didaur ulang atau dijual kembali. Hasilnya masuk kas masjid untuk kegiatan kemakmuran masjid.
 
Program-program inovatif di atas hanyanya sedikit contoh yang bisa dilakukan oleh takmir masjid untuk meningkatkan pelayanan kepada jama’ah masjid atau mengajak partisipasi jama’ah dalam meningkatkan kegiatan positif yang bernilai ibadah serta sosial. Masih banyak inovasi lain yang bisa digagas oleh umat Islam dan para memerhati kemakmuran masjid. Kepada para pembaca yang ingin berkolaborasi pengembangan pelayanan kemasjidan penulis sangat berharap bisa sharing ide dan gagasan bersama untuk kemakmuran masjid. Mewujudkan slogan “Dari masjidNYA kita makmurkan Indonesia”. Hal ini tidak sekedar apa yang bisa ditawarkan kepada jama’ah tetapi bukti bahwa masjid bisa berinovasi dan mengembangkan Islam Rohmatan lil Alamin dan wujud moderasi beragama.
 
*Penulis adalah penghulu madaya / kepala KUA, Ketua LTM PCNU Gresik dan Ketua II PD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kab. Gresik