Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Tidak Lagi Konvensional, Penghulu dan Penyuluh Agama Kembangkan Sayap di Dunia Medsos
  • Thursday, 14 November 2019 | 19:45
  • Noor Hidayat Kurniawan
  • berita
Bandung, Bimas Islam --- Berkembangnya era digital terlebih dengan memasyarakatnya media sosial memaksa perubahan harus bergerak disemua lini terutama pelayanan terhadap publik. Penghulu dan penyuluh yang memiliki tugas langsung berhadapan dengan masyarakat menuntut kreativitas untuk menyebarluaskan informasi terutama mengenai kebijakan pemerintah.
 
Hal inilah yang sedang digagas oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag RI dengan Kegiatan Pelatihan Komuniasi Kehumasan Melalui Media Kreatif bagi Penghulu dan Penyuluh di Provinsi Jawa Barat selama 3 hari yaitu tanggal 13-15 November 2019 di Hotel Garden Permata, Bandung.
 
Pada pembukaannya, Kasubbag Sistem Informasi dan Hubungan Masyarakat Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Sigit Kamseno mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk diikuti para penghulu dan penyuluh untuk meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.
 
"Pada saat ini, masyarakat sudah sangat cerdas dan selektif dalam memilih informasi, terutama untuk generasi milenial yang lebih akrab dengan media sosial. Hal ini yang dapat menggeser penceramah konservatif dengan ustad medsos," terangnya dengan tegas.
 
Ia menyayangkan fenomena ustad medsos lebih trend karena para penceramah tersebut belum tentu kredibilitas dan kualitas isi ceramah terjamin. "Bahkan banyak diantara mereka isi ceramahnya menyesatkan," ucapnya.
 
Maka dari itu, Ia mengajak para peserta yang mayoritas adalah penghulu dan penyuluh untuk tidak gaptek bahkan harus mengembangkan kompetensi dengan dunia digital untuk memposting informasi layanan publik serta ceramah yang bermanfaat bagi masyarakat.
 
Ia berharap kegiatan ini akan memberikan pengetahuan dan wawasan sehingga dapat langsung diimpelementasikan pada tugas sehari-hari.
 
Kegiatan pelatihan yang langsung dibuka oleh Kepala Bidang Urais dan Binsyar, H. Aldim, yang mewakili Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas layanan penghulu dan penyuluh.
 
"Penghulu dan penyuluh agama merupakan etalase Kementerian Agama yang langsung berhadapan dengan masyarakat, maka dari itu seyogyanya pemangku profesi ini harus terus mengembangkan kompetensinya dalam melayani masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. Tentunya harus seiring dengan perkembangan jaman yang tidak menyalahi aturan agama dan keagamaan," jelasnya.
 
Selain itu, tambahnya, kompetensi yang dimiliki oleh penghulu dan penyuluh agama merupakan bagian dari identitas dari Kementerian Agama RI. "Sehingga sangatlah pantas kompetensi tersebut harus terus diasah dengan berbagai ilmu, terutama mengenai layanan informasi publik," tuturnya.
 
Akhir dari arahannya, Aldim berpesan agar peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan sungguh-sungguh, yang terpenting output kegiatan ini nyata terlaksana.
 
Sumber: jabar.kemenag.go.id
Penulis: Novam Scorpiantrien
Editor: nhkurniawan