Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Rapat Evaluasi Direktorat Penais, Sekjen: Diperlukan Tiga Kotak dalam Laksanakan Evaluasi
  • Sunday, 17 November 2019 | 21:30
  • Noor Hidayat Kurniawan
  • berita
Jakarta, Bimas Islam --- Dalam rangka koordinasi-sinkronisasi antara pusat dan daerah menuju pencapaian strategi pembangunan nasional. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menggelar Rapat Evaluasi Direktorat Penerangan Agama Islam Tingkat Nasional.

"Dalam kerangka evaluasi kita perlu membuat tiga kotak, yaitu kotak afirmasi, kotak dekonstruksi, dan kotak inovasi," demikian disampaikan Sekjen Kemenag M Nur Kholis, Minggu (17/11).

"Kotak afirmasi adalah kotak yang berisi kegiatan-kegiatan yang rutin dilaksanakan. Kotak dekonstruksi, berisi kegiatan lanjutan dalam rangka perbaikan atau penyempurnaan. Dan kotak inovasi, berisi berbagai kegiatan baru yang bisa menunjang program kerja," jelas Sekjen.

Pada RPJMN 2020-2024, lanjut Sekjen, didalamnya terdapat Moderasi Beragama, yang mana nantinya perlu penyesuaian terhadap program nasional, program prioritas, dan kegiatan prioritas.

"Moderasi Beragama begitu penting, karena merupakan pilihan strategis dalam mewujudkan kerukunan masyarakat beragama yang lebih baik," jelas Sekjen.

Sekjen mengatakan bahwa setidaknya ada lima ciri untuk bisa menyatakan seseorang itu menjalan agama secara moderat. "Kelima ciri itu adalah terbuka, mengedepankan rasionalitas, sadar akan keterbatasan diri, rendah hati, dan berpikir untuk kemanfaatan umat," jelasnya.

"Jika memiliki lima ciri tersebut, maka kita bisa menjadi komunikator yang baik terkait moderasi beragama," katanya.

Sementara, Kasubbag Tata Usaha Direktorat Penerangan Agama Islam Mochamad Nakip, dalam laporannya mengatakan bahwa dalam menjalankan program, Direktorat Penerangan Agama Islam senantiasa bekerjasama dengan stakeholders utama yakni Ormas Islam, Majelis Taklim, juga lembaga-lembaga keagamaan lainnya.

Pada sisi lain, dikatakan Nakip, kami juga terus melakukan peningkatan kualitas para penyuluh agama Islam yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui sinergi dengan Ormas Islam dan Penyuluh Agama Islam kami terus memperkuat kerukunan umat baik internal maupun eksternal umat beragama.

Dijadwalkan hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini, antara lain Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Ketua BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, Kaba Intelkam Polri Komjen Pol. Agung Budi Maryoto, dan Pengurus MUI Pusat Bidang Dakwah KH. Cholil Nafis.

Saat membuka Rapat Evaluasi Direktorat Penerangan Agama Islam Tingkat Nasional, Sekjen Kemenag didampingi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily, Direktur Penerangan Agama Islam Juraidi, dan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf M Fuad Nasar.

Kegiatan yang bertajuk "Tantangan dan Peluang Dakwah di Era Millenial" ini berlangsung selama tiga hari, 17-19 November 2019, dan bertempat di Hotel Luminor Kota. Dihadiri oleh para Kepala Bidang Penais dan Zawa, para Kepala Seksi Seni dan Budaya Islam dan Musabaqah Al-Hadis dari 34 Provinsi, serta seluruh pejabat di lingkungan Direktorat Penerangan Agama Islam.

Penulis: nhkurniawan
Editor: nhkurniawan
Foto: bimasislam