Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
KH Makruf Amin: Pengelola Zakat adalah Mujahid Zakat
  • Thursday, 01 February 2018 | 22:03
  • sigit
  • berita
Lombok, bimasislam— Ketua MUI, KH Makruf Amin menyebut bahwa para pengelola dana zakat merupakan Mujahid Zakat. Hal itu diungkapkannya saat memberikan taushiyah kebangsaan pada Musyawarah Nasional ke-8 Forum Zakat di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Kamis (1/2/2018).

Dikatakannya, zakat sudah jelas merupakan bagian dari Rukun Islam yang seringkali disandingkan dengan perintah melaksanakan Salat.  Oleh karena itu profesi sebagai pengelola zakat  merupakan bagian dari membela agama.
 
Dikatakan Kyai Makruf, pemberdayaan zakat untuk menyejahterakan umat merupakan bagian dari memajukan bangsa, karena bagian terbesar bangsa ini merupakan umat Islam.
 
“Lemah umat, lemah (pula) bangsa. Kuat umat, kuat (pula) bangsa. Oleh karena itu jika ingin memajukan bangsa, majukanlah umat.” katanya. 
 
Dalam kesempatan tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Rais Am Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) itu juga mengapresiasi kinerja lembaga-lembaga amil zakat di tanah air atas perannya dalam memberdayakan zakat di Indonesia selama ini. Meski begitu, ia berharap penghimpunan dana zakat bisa lebih besar dari yang ada saat ini.    
 
“Kita bersyukur karena sudah ada UU zakat, ada lembaga-lembaga yang diresmikan oleh pemerintah. Ada BAZNAS, ada LAZ, tapi yang menjadi pertanyaan kita adalah kenapa yang bisa dikumpulkan itu baru mencapai dua persen saja dari potensi yang sangat banyak?” tanyanya retoris.
 
Untuk itu,  ia berharap pengelolaan zakat ini perlu menjadi perhatian semua pihak, baik itu bersifat strategi maupun regulasi.
 
Selain itu, Kyai Makruf juga berpesan agar pemberdayaan zakat berbasis kepada pemetaan yang akurat. “Jika kita mengenal peta dakwah, perlu pula kita mengenal peta zakat.” Ujarnya. Hal itu diperlukan agar dapat diketahui dengan pasti sebaran potensi zakat yang demikian besar. 
 
Setelah pemetaan zakat, ia berharap gerakan zakat di tanah air bisa bersinergi dengan gerakan dakwah. “Perlu ada sinergi dengan gerakan dakwah. Misalnya spesialisasi da’i khusus zakat, khutbah Jumat intensif yang membahas signifikansi zakat, dan sebagainya.” Tambahnya.
 
Munas ke-8 Forum Zakat dihadiri 250 Lembaga Amil Zakat dari seluruh Indonesia.  Nampak hadir dalam acara yang dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama Ketua MUI KH Makruf Amin itu, di antaranya Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Fuad Nasar, Ketua MUI Provinsi NTB, serta jajaran pejabat tingkat provinsi dan kabupaten kota se-NTB. 
 
Tiga isu pokok yang akan dibahas dalam Munas tersebut yaitu penguatan kolaborasi antar lembaga, peningkatan kapasitas amil zakat, dan penguatan regulasi zakat.
 
(sigit/bimasislam)