Nikah di KUA GRATIS, di luar KUA membayar Rp 600 rb, disetorkan langsung ke Bank ZONA INTEGRITAS KUA, tolak GRATIFIKASI dan KORUPSI. Laporkan jika terbukti! Waspadai penyebaran paham keagamaan menyimpang, awasi lingkungan! Bayarkan zakat anda melalui BAZNAS maupun LAZ yang berizin!
BERITA
Grand Shaikh Al-Azhar Serukan Persudaraan Sunni-Syiah
  • Tuesday, 23 February 2016 | 10:37
  • Administrator
  • berita
Jakarta, bimasislam— Grand Saikh Al-Azhar, Mesir, Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb, menyampaikan risalah persatuan yang sangat mendasar di internal umat Islam. Menurutnya, perbedaan Sunni dan Syiah seharusnya tidak menjadi benih pertikaian. Demikian dikatakannya saat menyampaikan risalah di hadapan para ulama, Menteri Agama, tokoh agama, dan wartawan di gedung MUI, Jl. Proklamasi, Jakarta (22/2).
 
“Syi'ah saudara kita. Paham kebanyakan mereka yang berbeda dengan Sunni tak mengeluarkan mereka dari Islam. Penghinaan sahabat dan yang semacamnya yang sebagian dari mereka lakukan adalah kesalahan, tapi tak mmbuat mereka keluar dari Islam.Islam merangkul semua ahlul kiblat.” Demikian disampaikan Ath-Thayyeb saat menjawab pertanyaan dari Machasin, wakil dari Kementerian Agama.
 
Lebih lanjut Ath-Thayyeb menyatakan, Syiah itu kelompok yang beragam, mereka tetap saudara. Mereka tetap Muslim, kita tidak bisa serta merta menghakimi mereka keluar Islam hanya karena satu perkara. Memang terdapat sikap berlebihan, (tapi) tidak di semua Syiah dan tidak semua ulama mereka demikian. Ketika saya berdialog dengan sejumlah tokoh mereka ihwal mencanci maki sahabat dan Abu Bakar RA, Aisyah RA dan Umar bin Khatab, ia mengatakan: ”Mereka itu bukan representasi kami.”
 
“Jika Anda telaah buku-buku Syiah klasik, maka Anda tak akan menemukannya. Mungkin Anda temukan kecenderungan sebagian demikian, tetapi mayoritas Syiah menghormati sahabat Rasulullah saw. Sebagian kecil ulama menganggap mencaci maki sahabat berarti keluar dari Islam, tetapi bagi kami al-Azhar tidak. Cacian terhadap sahabat sebagai bentuk kesesatan, maksiat, dan berdosa, namun tak serta merta keluar dari Islam. Kita tidak bisa kafirkan mereka.
 
Imam Besar Mesir yang sangat berpengaruh ini melanjutkan, Sunni dan Syiah adalah sama-sama sayap Islam. Tentu saja yang kita bicarakan adalah Syiah moderat, seperti Imamiyah, Zaidiyyah, yang memiliki kedekatan dengan Sunni. Tetapi, ada sekte  menyimpang dan sesat yang mengangkat isu tasyayyu’ yang mengakui risalah selain untuk Muhammad saw. Mereka itu, seperti saya katakan, menyalahi apa yang ada dalam agama dan bisa dinyatakan keluar Islam. Tetapi, sebagian perbedaan kita dengan saudara Syiah kita, adalah perbedaan tidak prinsip, kecuali dalam soal imam. Syiah percaya imam sebagai bagian pokok agama, sedangkan kita, Sunni soal itu termasuk tidak prinsipil. Isu imamah juga tak membuat Syiah serta merta keluar Islam.
 
Oleh karena itu, Grand Shaikh menyerukan persaudaraan antar mazhab dalam Islam.
 
"Saya percaya, selama ulama tidak bersatu terlebih dahulu, maka tidak ada harapan. Anda sebagai ulama hendak menebarkan perdamaian, sementara Anda sendiri tak berdamai dengan sesama ulama, maka seperti kata pepatah “Faqidus sya’i la yu’thihi” (Orang kehilangan tak bisa memberi). Masalahnya, perbedaan ini berubah menjadi perselisihan yang rigid akibat fanatisme mazhab atau pemikiran tertentu dan mengklaim mazhab lain tidak benar,” terangnya. (thobib/rep/ilustrasi)