Fiqih (Ibadah)

Masjid dengan menggunakan TOA yang mengganggu

Assalamualaikum Wr. Wb. Saya tinggal di apartemen yang sangat dekat dengan masjid. Masjid itu menggunakan toa dengan volume yang sangat lantang, dan banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dilakukan di luar azan dengan menggunakan toa tersebut. Misal azan subuh mestinya tidak sampai 10 menit, ini jadi satu jam (biasanya dari 4:14 – 5:15) karena ditambah doa, zikir dan pengumuman. Walaupun saya sholat juga tapi hal ini mengganggu sekali, karena saya sangat sulit untuk tidur lagi ketika sudah bangun selama 1 jam. Walhasil sudah sebulan lebih saya tidak bisa tidur (cuma tiga jam sehari) dan sekarang sampai sakit. Saya tahu bahwa bimas islam pernah mengeluarkan aturan berikut: Http://Bimasislam.Kemenag.Go.Id/Post/Berita/Ini-Dia-Aturan-Bimas-Islam-Tentang-Penggunaan-Pengeras-Suara-Di-Masjid. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara terbaik untuk mengatasi masalah ini? apakah bisa aturan dari bimas islam itu ditegakka? kalau, iya, bagaimana caranya? terimakasih.

L

TanyaLutfi ()

Waalaikumsalam Warhmatullahi Wabarakatuh
 
Saudara yang kami hormati. Terimakasih telah berkonsultasi dengan kami. Jawaban dari pertanyaan Saudara adalah sebagai berikut: Ada beberapa hal yang ingin kami jelaskan :

Bahwa penggunaan pengeras suara sudah marak digunakan pada Masjid maupun Mushalla untuk aktivitas azan, iqomat, shalat, taklim, peringatan Hari Besar Islam dan lain sebagainya. Di satu sisi, penggunaan pengeras suara dapat  menggairahkan kehidupan beragama dan meluaskan jangkauan syiar agama Islam kepada seluruh masyarakat. Namun di sisi lain, penggunaan pengeras suara menimbulkan ekses-ekses tidak simpatik disebabkan penggunaannya yang kurang tepat. Di antara kerugian dari penggunaan pengeras suara keluar masjid atau mushalla adalah mengganggu orang yang sedang istirahat atau sedang beribadah di dalam rumah.

Kita menyadari bahwa pengeras suara bagi masjid/mushalla amat penting sebagai alat menyampaikan panggilan shalat kepada masyarakat serta mensyiarkan aktivitas keagamaan. Untuk itu Kementerian Agama mengeluarkan Intruksi Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Nomor: KEP/D/101/78 tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid, langgar dan mushalla. Intruksi ini mengatur penggunaan pengeras suara ke luar dan ke dalam dengan penjelasan bahwa dibolehkan menggunakan pengeras suara ke luar atau TOA untuk azan sebagai panggilan shalat, pembacaan Al Qur’an sebelum shalat, dan informasi penting yang disampaikan secara luas kepada masyarakat. Adapun pelaksanan shalat, wirid setelah shalat dan pengajian menggunakan suara ke dalam karena kejelasan suara lebih dibutuhkan oleh jamaah yang berada di dalam dibandingkan masyarakat di luar mushalla/masjid.

Sebagai pengguna regulasi ini adalah pegurus Masjid/mushalla, masyarakat, dan Dewan Masjid Indonesia atau DMI sebagai organisasi resmi kemasjidan. Untuk itu, kami menyarankan agar saudara menyampaikan keluhan kepada pengurus DMI atau tokoh masyarakat terdekat agar dapat mengkomunikasikan keluhan saudara kepada pengurus masjid.
 
Demikian jawaban dari kami. Waalahu a'lam bisshawwab.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tim Konsultasi Syariah Ditjen Bimas Islam

.

B

JawabBimas Islam