Fiqih (Muamalah)

Hukum laki-laki memakai pakaian ketat

Apa Hukum pakaian ketat bagi laki-laki? Lalu apa batasan ketat tersebut? Karena hampir setiap pakaian apabila dalam posisi tertentu akan menampakkan bentuk tubuh? Dan Apakah boleh memakai celana model skinny tapi tidak membentuk lekuk tubuh sempurna (tidak seketat legging)?

P

TanyaPutra ()

Waalaikumsalam Warhmatullahi Wabarakatuh

Saudara Putra yang kami hormati. terimakasih telah berkonsultasi dengan kami. Jawaban dari pertanyaan Saudara adalah sebagai berikut:
Ada beberapa hal yang ingin kami jelaskan:

Pertama, bahwa berpakaian bagi seorang muslim adalah menjalankan perintah Allah SWT untuk menutup aurat sebagaimana dalam firman-Nya:
                
يَيَٰبَنِيٓ ءَادَمَ قَدۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسٗا يُوَٰرِي سَوۡءَٰتِكُمۡ وَرِيشٗاۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ٢٦
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” [QS. Al A’raf: 26]
 
Selain itu pula, Allah SWT menjelaskan fungsi pakaian untuk melindungi tubuh dari sengatan panas matahari, sebagaimana firman-Nya:
 
وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَٰلٗا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡجِبَالِ أَكۡنَٰنٗا وَجَعَلَ لَكُمۡ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلۡحَرَّ وَسَرَٰبِيلَ تَقِيكُم بَأۡسَكُمۡۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تُسۡلِمُونَ ٨١
“Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya)”. [QS. An-Nahl: 81]
 
Dalam ayat ini dijelaskan fungsi pakaian yaitu sebagai penutup aurat, perhiasan dan pelindung tubuh dari sengatan sinar matahari. Perintah menutup aurat pada ayat ini dalam bentuk penjelasan tanpa menyebutkan model dan jenis bahan pakaian. Apapun bentuk, jenis maupun warna pakaian selama berfungsi menutup aurat baik di luar maupun di dalam shalat pada saat ruku, sujud dan lain sebagainya, maka dibolehkan. Inilah bentuk fleksibelitas ajaran Islam yang tidak membatasi jenis dan bentuk pakaian karena Islam memahami perbedaan budaya masyarakat dunia serta perkembangan mode busana dari waktu ke waktu.
Dalam hal berpakaian, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak berlaku israf [pemborosan] sebagaimana beliau melarang israf pada makanan dan minuman. Sebagaimana  sabda beliau,
 
كُلُوا وَ اشْرَبُوا وَ الْبَسُوا وَ تَصَدَّقُوا فِي غَيْرِ إِسْرَافٍ وَلَا مَخِيْلَةٍ
“Makan, minum dan berpakaianlah serta bersedekahlah dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak pula angkuh.” [HR. Ahmad]

Kedua: Adapun model skinny atau celana pensil merupakan celana ketat berbahan denim yang berbentuk seperti pensil, semakin ke bawah semakin sempit atau ketat. Dalam hal ini, para ulama membolehkan memakai pakaian skinny yang masuk kategori pakaian ketat selama menutupi warna kulit dan aurat. Dalam kitab Al Majmu’, Syeikh Nawawi rahimahullah berkata;
 
فلو ستر اللون ووصف حجم البشرة كالركبة والألية ونحوها صحت الصلاة فيه لوجود الستر ، وحكي الدارمي وصاحب البيان وجهاً أنه لا يصح إذا وصف الحجم ، وهو غلط ظاهر
“Jika pakaian yang dikenakan telah menutupi warna kulit dan bentuk lekuk tubuh seperti bentuk paha atau bokong dan semacamnya, maka shalatnya tetap sah karena aurat sudah tertutup. Sedangkan Ad Darimi dan penulis kitab Al Bayan memiliki pendapat lain, bahwa dalam kondisi demikian shalatnya tidak sah karena menampakkan bentuk lekuk tubuh. Namun pernyataan ini jelas keliru.’ [lihat: Al Majmu’, Yahya bin Syarf An Nawawi, Mawqi’ Ya’sub, 3/170}
Namun alangkah baiknya memakai pakaian yang tidak memperlihatkan lekuk tubuh demi menghindari sifat menyombongkan lekuk tubuh yang indah. Khususnya pada saat shalat, hendaklah tidak memakai pakaian ketat karena dikhawatirkan terbukanya aurat pada saat melakukan gerakan-gerakan shalat.
 
Demikian Jawaban dari kami. Waalahu a'lam bisshawwab.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tim Konsultasi Syariah Ditjen Bimas Islam.

B

JawabBimas Islam