Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Kemanusiaan

Jakarta, Bimas Islam — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak tokoh dan organisasi keagamaan memperkuat kolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks. Menurutnya, agama memiliki sumber nilai dan kepedulian yang dapat menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi persoalan sosial, perkembangan teknologi, hingga perubahan situasi global.

Ajakan tersebut disampaikan Menag saat membuka Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama bertema Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri di Rumah Dinas Menteri Agama, Jakarta, Senin (2/11/2026). Pertemuan itu mempertemukan Kementerian Agama dengan sejumlah perwakilan organisasi keagamaan untuk membangun komunikasi dan membicarakan kontribusi agama bagi kehidupan masyarakat.

Menag mengatakan, tantangan kemanusiaan saat ini semakin beragam dan saling berkaitan. Persoalan yang muncul tidak selalu dapat diselesaikan melalui pendekatan satu bidang atau satu komunitas. Karena itu, pemimpin agama perlu membuka ruang kerja sama dan menggerakkan sumber daya yang dimiliki masing-masing komunitas.

“Banyak persoalan kemanusiaan yang tidak bisa diselesaikan oleh satu agama saja. Kita perlu duduk bersama, saling membantu, dan mencari jalan keluar untuk kepentingan masyarakat,” ujar Menag.

Ia menilai, para pemimpin agama memiliki posisi penting dalam menjaga ketenteraman sosial. Kehadiran mereka tidak hanya dibutuhkan untuk membimbing umat dalam kehidupan spiritual, tetapi juga untuk merawat hubungan antarmasyarakat agar tetap harmonis. Situasi sosial yang aman dan saling percaya akan membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi.

Menag mengingatkan bahwa kondisi dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan ketidakpastian di berbagai kawasan. Dalam situasi tersebut, Indonesia patut menjaga rasa syukur sekaligus memperkuat daya tahan masyarakat. Ia menilai, kehidupan beragama yang rukun menjadi salah satu modal sosial untuk menghadapi keadaan yang terus berubah.

“Tokoh agama mempunyai peran besar dalam menjaga masyarakat tetap tenang. Kalau suasana masyarakat terjaga, orang bisa bekerja, berusaha, dan menjalankan kehidupannya dengan baik,” tuturnya.

Menurut Menag, kontribusi agama juga perlu menjangkau persoalan yang dekat dengan kehidupan keluarga. Ia mencontohkan perkembangan teknologi dan penggunaan telepon seluler oleh anak-anak sebagai persoalan yang kini dihadapi banyak orang tua. Isu tersebut tidak mengenal batas agama sehingga membutuhkan perhatian bersama dari keluarga, pendidik, dan pemimpin komunitas keagamaan.

Ia juga mengajak tokoh agama lebih peka terhadap pertanyaan dan kegelisahan masyarakat, terutama anak-anak yang sedang tumbuh di tengah perubahan zaman. Pertanyaan tentang Tuhan, kehidupan, dan keyakinan perlu dijawab dengan bahasa yang sederhana, empatik, serta sesuai dengan tahap pemahaman mereka. Menurutnya, kemampuan mendengarkan dan menjelaskan persoalan secara bijaksana merupakan bagian penting dari pelayanan keagamaan.

“Jangan sampai kita hanya sibuk melihat persoalan masing-masing, sementara ada tantangan besar yang dihadapi bersama. Kita perlu memperkuat hal-hal yang bisa dikerjakan secara bersama-sama,” kata Menag.

Untuk memperkuat kerja sama tersebut, Menag membuka ruang bagi organisasi keagamaan untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan saran kepada Kementerian Agama. Ia mengaku ingin terus belajar dari pengalaman para pemimpin agama dan mempertimbangkan masukan mereka dalam memperbaiki pelayanan. Menag juga menyampaikan keinginannya untuk kembali membentuk tim penasihat Kementerian Agama yang melibatkan unsur berbagai agama.

Ia berharap komunikasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan tidak berhenti pada pertemuan formal. Masukan dari para tokoh perlu ditindaklanjuti melalui komunikasi yang berkelanjutan, termasuk ketika muncul persoalan kebebasan beragama, pelaksanaan kegiatan keagamaan, maupun kebutuhan masyarakat di lapangan. Dengan demikian, kolaborasi dapat berkembang menjadi langkah nyata yang memberi manfaat bagi kehidupan bersama.

Related Hashtags:
#Toleransi#KerukunanUmat#KUA#Penais#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Inisial AN · Tim Peliput
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Direktorat Penerangan Agama Islam
PenaisView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua