Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Kemenag Ajak Anak Muda Rencanakan Pernikahan dengan Matang lewat "Start the Wedding"

Tangerang Selatan, Bimas Islam — Kementerian Agama mengajak generasi muda mempersiapkan kehidupan berkeluarga sejak dini melalui kampanye Start the Wedding. Ajakan ini menjadi respons terhadap fenomena Stop the Wedding yang ramai di media sosial dan mencerminkan kekhawatiran sebagian anak muda terhadap kehidupan pernikahan.

Kampanye tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang diikuti 150 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta di Tangerang Selatan, Kamis (5/11/2026).

Start the Wedding tidak sekadar bermakna memulai pernikahan, tetapi mengajak generasi muda merencanakan kehidupan berkeluarga secara matang. Persiapan tersebut perlu dilakukan sejak dini, bukan hanya ketika seseorang memutuskan untuk menikah.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, mengatakan, mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan perlu memiliki perencanaan hidup yang jelas, termasuk dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga.

"Hari ini kita bertemu dengan para pemuda, para syubban yang luar biasa, para mahasiswa dan mahasiswi. Insyaallah, adik-adik mahasiswa ini adalah calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, perlu ada perencanaan yang matang tentang apa yang akan kita ikhtiarkan untuk menjemput masa depan yang penuh kebaikan. Masa depan itu harus diikhtiarkan," ujarnya.

Menurut Zayadi, mahasiswa perlu mulai menyusun cetak biru kehidupan (blueprint) untuk menentukan langkah yang akan ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan. Perencanaan tersebut juga mencakup kesiapan membangun rumah tangga.

Ia juga menyoroti tren angka pernikahan di Indonesia yang secara umum menurun sejak 2014. Meskipun pada 2025 mulai terlihat kenaikan, peningkatannya masih relatif kecil.

Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian Agama, tercatat 1.479.898 peristiwa pernikahan sepanjang 2025. Menurut Zayadi, dinamika tersebut perlu dianalisis untuk memahami berbagai faktor yang memengaruhi keputusan generasi muda dalam memasuki jenjang pernikahan.

"Ini penting untuk kita analisis bersama. Kira-kira apa faktor pemicunya? Mengapa para pemuda kita yang sudah mampu menikah tidak langsung menyegerakan menikah? Menikah itu keren. Menikah itu ibadah. Saya kira pemahaman semacam ini penting menjadi motivasi kita semua," jelasnya.

Zayadi menegaskan, pernikahan merupakan awal dari proses panjang membangun keluarga. Dalam perspektif Islam, keluarga atau al-usrah merupakan unit dasar dalam membangun masyarakat dan peradaban serta mewujudkan khairu ummah atau umat terbaik.

Karena itu, persiapan pernikahan perlu mencakup berbagai aspek, mulai dari spiritual dan ekonomi hingga kesiapan menjalankan tanggung jawab dalam rumah tangga. Kualitas keluarga turut menentukan kualitas masyarakat dan masa depan bangsa.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menempatkan keluarga sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat dan peradaban. Keluarga tidak hanya menjadi tempat pasangan menjalani kehidupan bersama, tetapi juga ruang pertama untuk menanamkan nilai agama, membentuk karakter, dan mendidik generasi berkualitas.

"Ketika keluarga ini baik, maka Indonesia menjadi baik. Jadi, cetak biru Indonesia Emas 2045 akan sangat bergantung pada kualitas keluarga-keluarga Indonesia," pungkas Zayadi.

Sementara itu, Amanda, mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta yang mengikuti kegiatan tersebut, menilai materi BRUN menarik dan bermanfaat sebagai bekal menghadapi masa depan. Menurutnya, pemahaman tentang kehidupan pernikahan perlu diperoleh sejak dini meskipun seseorang belum berencana menikah dalam waktu dekat.

"Materinya menarik dan bermanfaat bagi masa depan. Walaupun sekarang belum berencana menikah, tapi ini bisa jadi bekal," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan BRUN memberinya pemahaman bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan dari berbagai aspek. Pengetahuan tersebut juga menjadi bekal untuk memahami tanggung jawab rumah tangga, membangun komunikasi yang sehat, dan menjaga komitmen dalam hubungan.

Melalui kampanye Start the Wedding, Kementerian Agama mengajak generasi muda tidak hanya memandang pernikahan sebagai tujuan, tetapi juga mempersiapkan diri untuk membangun keluarga yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Related Hashtags:
#InfoNikah#KUA#BinaKUA#BimasIslam#KemenagRI

Contributors & Work Unit

Click any contributor or work unit to explore related news.

Reporter
Inisial MSK · Tim Peliput
Reporting & News WritingView reporter articles
Editor
Inisial MR · Redaksi Pelaksana
Copy Editing & CurationView editor articles
Photographer
Dokumentasi Humas Bimas Islam
Visual & Photo DocumentationView photo archives
Work Unit
Direktorat Bina Kantor Urusan Agama dan Bina Syariah
Bina KUAView unit news
Officially published by the Ministry of Religious Affairs RI.

Baca Selanjutnya

Lihat semua