TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Wakil Ketua MPR Imbau Masyarakat Berhati-hati Gunakan Medsos dan Internet
Thursday, 18 October 2018 | 15:21
Noor Hidayat Kurniawan
Berita

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua MPR, Mahyudin, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyikapi media sosial karena keberadaannya memiliki dampak positif dan negatif.
 
Pernyataan itu disampaikan Mahyudin saat memberikan pengantar Sosialisasi Empat Pilar di hadapan tokoh masyarakat, ketua RT, tenaga kesehatan, serta wanita penggerak di lingkungan Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.
 
"Medsos itu bisa menyambungkan tali  silaturrahmi. Teman lama yang sudah tidak pernah ketemu, tiba-tiba saling menyapa melalui group Whatsapp dan Facebook. Tapi, medsos juga bisa menyebabkan keretakan rumah tangga, menyebar hoax, fitnah dan memicu perpecahan jika tidak digunakan dengan baik," kata Mahyudin, dalam siaran pers dia, Jakarta, Rabu.
 
Oleh karena itu, Mahyudin mengimbau masyarakat untuk cerdas dalam menggunakan media sosial. Apalagi, medsos memang memiliki manfaat yang besar bila digunakan dengan baik dan benar, misalnya untuk menyebarkan undangan, menyebarkan informasi pembangunan kepada masyarakat, hingga pengajian.
 
"Tetapi, penggunaan medsos oleh anak-anak harus mendapat perhatian dari orang tuanya. Jangan sampai anak tidak terkontrol saat menggunakan medsos khususnya dan internet pada umumnya," tambah Mahyudin.
 
Mahyudin mengatakan kontrol orang tua terhadap penggunaan medsos dan internet oleh anak sangat penting agar anak tidak lupa waktu saat bermain game online.
 
Selain itu, pengawasan orang tua diperlukan guna mencegah pengaruh nilai-nilai asing yang sengaja disisipkan oleh oknum tidak bertanggung jawab, hingga pornografi yang sengaja disebarkan untuk merusak moral anak-anak.
 
Sumber: https://papua.antaranews.com/nasional/berita/759234/wakil-ketua-mpr-imbau-masyarakat-berhati-hati-gunakan-medsos-dan-internet?utm_source=antaranews&utm_medium=nasional&utm_campaign=antaranews