TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Tantangan Terberat Mahasiswa Maraknya Faham Radikalisme, Wapres: BNPT Jadi Leading Sector Penanganan
Thursday, 23 January 2020 | 16:01
Noor Hidayat Kurniawan
Berita

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa Pemerintah saat ini fokus pada langkah kontraradikalisasi dan deradikalisasi. Untuk melakukan dua upaya tersebut, Pemerintah memberi mandat kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menjadi leading sector yang mengoordinasikan berbagai instansi terkait.
 
Wapres menyampaikan hal itu saat menerima Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (22/01/2020),
 
“Sebab peran koordinasi itu menyangkut pendidikan, pemahaman agama yang mutlak, juga menyangkut masalah perekrutan pegawai negeri dan perusahaan BUMN, dan kementerian-kementerian terkait,” terang Wapres dikutip dari KIP SetWapres.
 
Sebelumnya, Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo melaporkan bahwa tantangan yang paling berat di kalangan mahasiswa saat ini, menurutnya adalah maraknya faham radikalisme.
 
Penelitian yang dilakukan oleh IMM, papar Najih, menemukan bahwa beberapa mahasiswa penerima beasiswa dari luar negeri, kembali ke Indonesia dengan membawa kefahaman radikalisme.
 
“Faham radikalisme ini dianggap rentan mengganggu keutuhan bangsa,” kata Najih.
 
Untuk menanggulangi hal tersebut, Ketua Bidang Riset IMM Ari Susanto mengemukakan, saat ini IMM mencoba membangun narasi bagi kader-kader IMM, pada khususnya, dan kader mahasiswa pada umumnya, yaitu Pancasila Sebagai Kompas Bangsa.
 
“Narasi Pancasila sebagai Kompas Bangsa berasal dari wacana Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah dan mengikuti referensi dari Pak Kyai, Pancasila sebagai Darul Miitha, Negara Kesepakatan,” papar Ari Susanto.
 
Menanggapi pandangan tersebut, Wapres menyambut positif dan mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh IMM.
Waprespun meminta IMM untuk berkoordinasi dengan BNPT dan mengambil angle atau porsi yang sesuai dengan kapasitasnya sebagai mahasiswa.
 
“Pemerintah memang perlu partisipasi dari ormas-ormas, baik induk, maupun underbow-nya, seperti IMM ini,” pesannya.
 
Mengakhiri perbincangan dengan Wapres, DPP IMM mengundang Wapres untuk membuka serta mengisi kuliah umum pada Tanwir IMM ke-28 di Nusa Tenggara Barat, tanggal 6 Februari 2020.
 
Ikut mendampingi Wapres dalam pertemuan ini, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Abdul Muis, serta Sekretaris Pribadi Wakil Presiden Salahuddin Al Ayyubi. @jrk
 
Sumber: https://www.lensaindonesia.com/2020/01/23/tantangan-terberat-mahasiswa-maraknya-faham-radikalisme-wapres-bnpt-jadi-leading-sector-penanganan.html