TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Penyuluh Agama Banyuwangi Dibekali Pengetahuan tentang Narkoba dan HIV/AIDS
Thursday, 08 September 2016 | 14:23
thobib al-asyhar
Berita

Banyuwangi, bimasislamTantangan tugas dan fungsi penyuluh saat ini semakin kompleks. Keberadaan Penyuluh Agama Islam tidak hanya dikaitkan dengan permasalahan agama. Mereka juga dituntut mampu berkontribusi dan menyelesaikan berbagai problem nyata di masyarakat.  
 
Berdasarkan pemikiran tersebut, bertempat di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), ratusan Penyuluh Agama Islam Se-Kabupaten Banyuwangi, Kepala KUA, Kepala Madrasah dan Pengawas MTs/MA dibekali pengetahuan seputar masalah HIV/AIDS, Narkoba dan Perceraian (Kamis 24/8).  
 
Dalam kegiatan tersebut para pembicara membekali peserta dengan menunjukkan alat peraga agar para penyuluh mengetahui secara pasti benda-benda yang dimaksud, seperti beberapa jenis narkoba yang ditunjukkan oleh Kasat Narkoba Polres Banyuwangi AKP, Agung Setya Budi. Selama ini, jenis-jenis narkoba hanya bisa di layar kaca dan koran itu menjadi perhatian dan menjawab rasa penasaran para penyuluh.   Antusiame peserta sangat nampak dengan mencermati dengan seksama jenis-jenis barang haram yang selama ini merusak generasi bangsa.  
 
“Biasanya saya tidak pernah menunjukkan langsung jenis-jenis narkoba seperti ini. Tapi kali ini karena para penyuluh memang yang berhadapan langsung dengan masyarakat saya berikan contoh yang asli supaya tahu,” terang Agung.   Sementara itu Ketua POKJALUH Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Guntur Al-Badri, mengatakan bahwa pembinaan para penyuluh agama tersebut dilaksanakan untuk mendukung dan menindaklanjuti Program Gerakan Ketahanan Keluarga (GETAHNAGA) yang telah di Launcing oleh Bupati Awal Tahun lalu.  
 
“Penyuluh Agama sekarang ini dituntut tidak hanya soal-soal agama, tetapi juga masalah aspek pembangunan manusia secara lebih umum," tata Guntur dengan antusias.   Tiga topik utama pembinaan penyuluh dipilih karena menjadi isu yang paling relevan saat ini, seperti angka perceraian di Kabupaten Banyuwangi yang cukup tinggi. Dengan menghadirkan Wakil Ketua PA diharapkan para penyuluh dapat melihat fenomena dan data yang melatarbelakangi perceraian terjadi.  
 
Selanjutnya, terkait topik HIV/AIDS, di Kabupaten Banyuwangi hampir diseluruh Kecamatan nyaris ditemukan orang yang terjangkit virus mematikan tersebut. Karena itu, kehadiran salah satu Konselor dari KPA, diharapkan penyuluh mengetahui penyebab, penyebaran dan pencegahan virus tersebut. Penyuluh bisa ikut mencegah sekaligus menghindari diskriminasi yang biasanya ditujukan kepada ODHA.  
 
Hadir dalam kesempatan tersebut pembicara dari POLRES Banyuwangi AKP. Budi Setyo, SH, Pengadilan Agama (Bpk. Khazen, M.Hes), dan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Mas Tunggul Herwanto.  
 
(fachrurrozi/thobib/bimasislam)