TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Pendekatan Spritual Dinilai Efektif Tangani Korban Penyalahgunaan Narkoba
Friday, 06 January 2017 | 13:58
sigit
Berita

Jakarta, bimasislam— Saat ini cukup banyak metode atau terapi penanganan para korban penyalahgunaan narkoba. Selain medis, metode spritual dapat diandalkan untuk mengobati para korban yang sudah terlanjur mengalami kecanduan terhadap NAPZAdan obat-obatan terlarang tersebut.
 
Hal itu dikatakan Pengasuh Ponpes al-InabahSuryalaya Tasikmalaya KH. Ahmad Mahmud dihadapan peserta Koordinasi Nasional Tim Cyber Anti Narkoba dan Radikalisme Bimas Islam Tahun 2016 (14/6) di Jakarta.
 
Pada kesempatan itu, didampingi Ustadz Andi Ahmad (putra Abah Anom, pendiri Ponpes Al-InabahSuryalaya), Kiai Mahmud berbagi pengalaman bagaimana menangani korban penyalahgunaan narkotika dengan pendekatan spritual.
 
Dia menyebutkan, sejak berdiri pada tahun 1971 Ponpes al-Inabahsudah membina lebih dari 5.700orang korban penyalahgunaan Narkoba. “Saat ini ada 56 orang yang sedang menjadi anak binaankita," ujar Kiai Mahmud.
 
Ada tiga metode spritual yang digunakan dalam treatment di Ponpes tersebut, yaitu dengan cara mandi tobat, melaksanakan sholat (fardhu dan sunnah), dan zikir. Kiai Mahmud menjelaskan, mandi tobat yang dilakukan setiap waktu dini hari dengan menggunakan air dingin dipandang sangat ampuh menetralisir berbagai penyakit dan membantu mengurangi ketergantungan terhadap narkoba.
 
"Ditambah dengan memperbanyak sholat sunnah dan dzikrullah, insya Allah dengan cara konsisten, maka metode ini bisa merehabilitasi penyalahgunaan narkoba,"ungkapnya seraya mengatakan al-Inayah saat ini tidak hanya menangani remaja korban penyalahgunaan narkoba, tetapi juga anak-anak yang nakal.
 
Dia menerangkan, meski di dalam Al-Qur'an tidak ditemukan istilah narkoba, namun dalam hadis dan kitab-kitab klasik para ulama banyak mengulas tentang zat-zat yang menciptakan ketergantungan bagi pemakainya termasuk jenis-jenis dari pada obat-obatan terlarang tersebut.
 
"Dalam Al-Qur'an hanya menyebut al-khamru sebagai sesuatu yang memabukkan,"demikian Kiai Mahmud.
 
(InsanKhairul Qalbi/ilustrasi)