TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Muhammadiyah Amin Paparkan Cara Bimas Islam Lawan Konten Radikal di Media Sosial
Friday, 06 January 2017 | 13:57
sigit
Berita

Jakarta, bimasislam— Merespon maraknya penyebaran pesan berantai di media sosial yang memuat unsur radikalisme Agama, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama akan memberikan perlawanan dengan menyebarkan pesan keagamaan yang positif melalui sejumlah perangkat sosial media.  
Demikian diungkapkan Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin saat menyampaikan materi pada kegiatan Koordinasi Nasional Tim Cyber Anti Narkoba dan Radikalisme Ditjen Bimas Islam di Hotel Mercure Ancol, Selasa (15/6).  
 
Dikatakan Amin, Ditjen Bimas Islam telah membentuk tim cyber yang bertugas menyebarkan pesan keagamaan yang positif untuk mengimbangi konten radikal tersebut.   “Tim ini terdiri dibuat berjenjang dari tingkat pusat hingga daerah.” Katanya.
 
Metode penyebaran pesan keagamaan yang positif itu dibuat dalam grup whatsapp di tingkat pusat, provinsi, daerah, hingga tingkat penyuluh.   “Messages itu akan dirumuskan tim pusat yang beranggotakan perwakilan semua provinsi, kemudian pesan tersebut akan diteruskan ke grup-grup tingkat provinsi yang beranggotakan tim tingkat kabupaten/kota, demikian berjenjang hingga ke grup-grup binaan para penyuluh di tingkat kecamatan,” demikian amin. 
 
Mekanisme ini akan mempermudah penyebaran pesan secara cepat. “Begitu Pesan Disetujui oleh Dirjen, maka pesan dapat segera disebarkan dengan cepat hingga ke level bawah, sesuai koordinasi di grup whatsapp” katanya.   Terkait kepastian penyebaran pesan di tingkat daerah, Amin menugaskan para Kabid Penerangan Agama Islam di tingkat provinsi untuk memastikan bahwa pesan tersebut diteruskan hingga ke level bawah.
 
“Para Kabid akan dimasukan ke dalam grup cyber tingkat provinsiuntuk mengawasi dan memastikan penyebaran pesan berjalan optimal” terang Amin.  
 
Ke depan, selain melalui grup whatsapp, cakupan kerja tim ini akan meluas ke perangkat sosial media lainnya seperti facebook, twitter dan instagram. Selain penyebaran pesan keagamaan yang positif, tim ini juga bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan Narkoba.  
 
(sigit/bimasislam)