TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Media Islam Harus Perteguh Keislaman, Bukan Jadi Simpul Kegaduhan
Thursday, 08 September 2016 | 09:24
thobib al-asyhar
Berita

Bogor, bimasislam—Pada era kemajuan teknologi informasi, media memiliki peran yang sangat penting dalam mempengaruhi persepsi masyarakat. Bahkan, sebuah foto yang beredar viral di media sosial dapat berpengaruh pada keharmonisan hubungan antar umat beragama di  tanah air, terlebih jika foto tersebut dibuat sengaja untuk memprovokasi masyarakat.   Demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam, Machasin, saat membuka Wokshop Fotografi bagi Media Islam di Hotel Seruni, Bogor, Senin (21/8).  
 
Machasin mengatakan, wartawan media harus bertanggungjawab atas beredarnya foto di media miliknya yang menjadi viral di media sosial.
 
“Kita harus melihat filosofi dari fotografi. Siapa yang mengambil foto, siapa yang difoto, bagaimana foto itu diambil, dan untuk apa foto tersebut diambil,” katanya.  
 
Ditambahkan Dirjen, filosofi fotografi bagi media Islam menjadi penting untuk memperteguh keislaman, meluruskan sejarah, bukan untuk memecah belah.    
 
“Media Islam memiliki peran penting untuk memperteguh keislaman, meluruskan sejarah, bukan untuk membuat keonaran, kemarahan, kejengkelan, dan seterusnya,” tegasnya.  
Kepada 65 peserta yang hadir, Guru Besar Sejarah dan Kebudayaan Islam, UIN Sunan Kalijaga itu juga berpesan agar awak media, apalagi yang membawa nama Islam, memperhatikan etika dan prinsip Islam dalam menyampaikan berita, termasuk melalui ilustrasi foto.  
 
“Mengambil foto harus mengedepankan nilai kesopanan, jika terkait dengan kehormatan seseorang, maka itu harus dijaga. Misalnya foto lelaki dan perempuan yang jauh tapi diambil dari angle tertentu sehingga terlihat sedang melakukan hal yang tak senonoh. Hal semacam ini tidak boleh dilakukan.” Terangnya.  
 
Workshop Fotografi bagi Media Islam tersebut diikuti oleh sejumlah awak media Islam online, antara lain NU Online, Muhammadiyah.or.id, Baznas, BWI, MUI, Dakwatuna, Islampos, Bersamadakwah, Forum Lingkar Pena (FLP), Islamicgeo, Mi’rajnews, onedayonejuz.org (ODOJ), dan lainnya.  
 
(sigit/bimasislam)