TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Kepala KUA dan Penghulu se-DKI Dibekali tentang Bahaya Narkoba
Thursday, 13 October 2016 | 10:20
Berita

Jakarta, bimasislam—Kementerian Agama terus berupaya melakukan perannya dalam penanggulangan bahaya Narkoba. Pembentukan Tim Cyber Anti Narkoba, Pornografi, dan Radikalisme terus bekerja agar Narkoba tidak merusak generasi. Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta telah mencanangkan gerakan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Sebelumnya, kegiatan P4GN dilakukan untuk lingkup pendidikan melalui madrasah, kali ini aksi membidik kelompok sasaran keluarga. Demikian dikatakan oleh Kabid Urais dan Binsyar, Muhkhobar, kepada bimasislam (12/10).
 
Lebih lanjut Mukhobar mengatakan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk keluarga melalui KUA dengan acara yang bernama "Pembinaan dan Pembekalan untuk Kepala KUA & Penghulu se-DKI Jakarta Terhadap Bahaya Narkoba Bagi Calon Pengantin Baru" yang diselenggarakan di Aula Jayakarta anwil Kemenag DKI Jakarta (12/10). Dalam laporannya, Kabid Urais dan Binsyar Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Mukhobar, menyatakan bahwa kegiatan untuk menginformasikan tentang bahaya dan ancaman Narkoba melalui pendekatan keagamaan.  
 
Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Prov. DKI Jakarta, Abdurrahman, menuturkan bahwa banyaknya jenis Narkoba perlu diketahui oleh para kepala KUA dan penghulu agar dapat menyampaikan kepada calon pengantin.
 
“Saat ini banyak jenis Narkoba yang beredar dan tidak kita sadari. Mungkin juga sudah kita konsumsi, karena ketidaktahuan kita. Karena itu, pada hari ini saya berinisiatif bersama BNN untuk memberikan bekal kepada para penghulu dan kepala KUA agar mengetahui seluk beluk Narkoba dan apa bahayanya. Saya berharap, kegiatan ini dapat dimasukkan dalam pemberian saat SUSCATIN (Kursus Calon Pengantin) agar calon pengantin bisa menjauhi Narkoba, meski menghadapi masalah yang berat sekalipun”, katanya.
 
Hadir sebagai nara sumber, Yunis farida Oktoris, Direktur Advokasi Deputi Pencegahan BNN RI. Menuurutnya, kegioatan semacam ini dapat mendorong keluarga yang bersih dari Narkoba dalam rangka membentuk masyarakat Indonesia yang lebih baik, dan itu dimulai dari KUA.
 
Lebih lanjut dalam paparannya, Yunis menyampaikan bahwa penting bagi Kepala KUA, khususnya penghulu untuk mengetahui tentang bahaya narkoba, karena banyak kesempatan untuk melakukan pencegahan bahaya narkoba, misalnya pada saat Suscatin maupun pemberian khutbah nikah. 
 
Kegiatan ini diikuti oleh oleh 6 Kasi Urais dan Binsyar Kankemenag Kota, 4 orang Kasi Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Prov DKI Jakarta, 44 Kepala KUA Kecamatan, 209 orang penghulu se-DKI Jakarta. 
 
(indah/thobib/bimasislam)