TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Kemenag Tuban Adakan Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba dan Test Urin Untuk ASN
Monday, 27 August 2018 | 13:39
Noor Hidayat Kurniawan
Berita

Kab. Tuban (inmas) - Senin (20/8) pukul 09.00 WIB bertempat di aula Kantor Kementerian Agama Kab. Tuban di adakan kegiatan Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba dan Penanggulangannya di lingkungan Kankemenag Kab. Tuban. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pejabat Struktural dan Fungsional, terdiri dari para kasi, Kepala KUA, Kepala Satker, Pengawas, Kepala DPK, Perencana, Koordinator Umum dan Kepegawaian, Penyuluh Agama Islam serta perwakilan dari staf Kemenag.
 
Dalam sambutannya Kepala Kantor menyampaikan bahwa BNNK di Tuban termasuk baru. Tidak semua kabupaten/kota memiliki kantor BNNK. Tuban termasuk salah satu kabupaten yang beruntung. Selain itu di katakan bahwa narkoba adalah musuh masyarakat yang harus di sosialisasikan ke instansi vertikal.
 
Pria asal Gresik ini juga menyampaikan dari sisi agama apapun  narkoba itu di larang. Jaman Rasulullah sudah di larang, dengan ayat yang artinya wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melaksanakan sholat dalam keadaan mabuk. Lambat laun terjadi perubahan di masyarakat sehingga turun ayat yang artinya "Wahai Rasulullah seandainya umatmu tanya tentang narkoba dan berjudi bahwasannya narkoba itu lebih banyak mudharat nya dari pada manfaatnya".
Selanjutnya bahwa narkoba, berjudi dan minum khamr adalah kharam.
 
Sekarang ini, jelasnya di rutan penghuni paling banyak karena kasus narkoba. "Bagaimana penyebarannya sudah sangat cepat sekali, dan masing-masing mempunyai potensi untuk menyebarkan. Dulu narkoba harganya mahal sehingga kalau tidak beruang tidak akan mampu membelinya. Akan tetapi di jaman sekarang ini harga narkoba sudah sangat terjangkau.
Upaya pemerintah dalam menanggulangi narkoba sudah di atur dalam undang-undang," tutur Kepala Kankemenag Kab. Tuban.
 
Dari Kementerian Agama sendiri dalam upaya membendung dan memberikan pengertian tentang bahaya narkoba ini di antaranya sudah banyak sekali menerbitkan buku yang di tasyarufkan di majlis ta'lim lewat Penyuluh Agama Islam.
 
Sementara itu Kepala BNNK Kabupaten Tuban I Made Arkana  menerangkan dalam sambutannya bahwa tupoksi BNN  adalah memberikan penyuluhan dan sosialisasi serta penanggulangannya. Ia juga menyampaikan beberapa permasalahan narkoba, di antaranya:
1. Tidak ada wilayah yang bersih dari narkoba
2. Seluruh lapisan masyarakat telah terkontaminasi narkoba mulai dari TNI, Polri, BNN, Kementerian/Lembaga sampai lapisan masyarakat yang paling bawah.
3. Penegakan Hukum belum mampu memberikan efek jera kepada penjahat narkoba.
4. Telah di temukan 66 jenis NPS, 60 jenis NPS telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan no 41 tahun 2017.
5. Lapas di jadikan pusat kendali peredaran gelap narkoba.
6. Para bandar narkoba telah membeli integritas para penyelenggara negara/penegak hukum.
 
Kepala BNNK menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada ASN Kemenag tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, serta memberikan wawasan untuk perduli melakukan pencegahan preventif secara dini.
 
Kemenag Kab. Tuban merupakan Instansi yang pertama di lakukan sosialisasi. Setelah dilaksanakan sosialisasi di lanjutkan dengan pemeriksaan urin bagi ASN Kemenag Kab. Tuban dan sebagai peserta pertama adalah  Sahid di lanjut kan pejabat lainnya. (lai)
 
Sumber: http://jatim.kemenag.go.id/berita/506971/kemenag-tuban-adakan-sosialisasi-penyalahgunaan-narkoba-dan-test-urin-untuk-asn