TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Hati-Hati Perekrutan Anak untuk Prostitusi
Monday, 25 November 2019 | 12:31
Noor Hidayat Kurniawan
Berita

INDOPOS.CO.ID – Asisten Deputi Hak Perempuan dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Destri Handayani mengatakan, modus yang paling sering muncul dalam tindak pidana perdagangan orang adalah eksploitasi seksual atau prostitusi online.
 
“Berdasarkan pemindaian pemberitaan media selama 2018 yang dilakukan Kementerian, modus yang paling banyak terjadi adalah eksploitasi seksual,” ujar Destri, di ruang Media Center Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Jakarta, Jumat (1/2/2019).
 
Destri mengatakan pada umumnya korban masih usia anak-anak. Awal 2019 saja sudah terdata sekitar 20 orang korban eksploitasi seksual, sebagian besar usia pelajar dan mahasiswa.
 
Ia juga mengatakan tidak jarang pelaku eksploitasi seksual sebelumnya juga merupakan korban. “Ada juga yang dulu menjadi korban kemudian menjadi perekrut, sehingga bukan menjadi pelaku utama,” tuturnya.
 
Namun ada pula perekrut yang sebelumnya sama sekali tidak pernah menjadi korban. Perekrut semacam ini biasanya menarik teman-temannya karena ada permintaan dan desakan ekonomi. “Hati-hati juga dengan modus teman jual teman. Barangkali dia tidak sadar tindakannya itu termasuk tindak pidana perdagangan orang yang ancaman hukumannya berat,” katanya.
 
Terdapat berbagai modus tindak pidana perdagangan orang. Selain eksploitasi seksual, ada juga modus perburuhan migran ilegal dan pekerja rumah tangga. Kemudian, adopsi anak palsu, pengantin pesanan, eksploitasi untuk menjadi pengemis, industri pornografi, peredaran obat terlarang, penjualan organ tubuh, duta seni atau budaya dan pelatihan kerja. (yah)
 
Sumber: https://indopos.co.id/read/2019/02/01/164104/hati-hati-perekrutan-anak-untuk-prostitusi/