TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Di Hadapan Paus dan Tokoh Agama Dunia, Din: Tidak Ada Akar Kekerasan dalam Agama
Thursday, 22 September 2016 | 09:11
Berita

Jakarta, bimasislam— Dalam rangka membangun harmoni umat beragama di dunia, Komunitas Santa Egido, ormas orang awam Katholik sedunia menyelenggarakan Dialogue on Religion and Culture, di Assisi, Italia (20/9/2016). Ketua Dewan Pertimbangan MUI dan mantan Ketum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin ditunjuk mewakili delegasi dunia Islam untuk menyampaikan pesan-pesan Islam dalam sebuah pidato.
 
Din Syamsuddin mendapat giliran kedua menyampaikan pesan Islam untuk perdamaian dunia di depan Fransiscus dan ribuan hadirin setelah tokoh gereja Kristen Ortodoks. Dalam pesannya, Din Syamsuddin menegaskan bahwa Islam adalah agama perdamaian. Misi kerasulan Muhammad SAW adalah menyebarkan perdamaian dan kasih sayang. Oleh karena itu, tegas Din, umat berbagai agama harus bersatu padu bahu membahu menanggulangi peradaban dunia yg rusak parah. Ini adalah tanggung jawab keagamaan yang sejatinya adalah untuk umat manusia dan kemanusiaan.
 
“Tidak ada akar kekerasan dalam agama-agama, termasuk Islam. Sehingga umat berbagai agama harus meniadakan segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, kekerasan verbal seperti sikap fobia terhadap pihak lain, kekerasan modal, maupun kekerasan negara.
 
Di akhir sambutannya, Din mengutip al-Qur'an mengajak umat berbagai agama, khususnya umat Yahudi dan umat Kristiani, utk berpegang teguh kepada landasan tunggal yang sama (kalimatun sawa'), yakni “mengabdi kepada hanya Tuhan Yang Maha Esa dan bekerjasama untuk kemaslahatan dunia”.
 
Sambutan Din Syamsuddin  mendapat sambutan positif dari banyak pihak, termasuk Paus Fransiscus yang di akhir acara menyampaikan terima kasih kepada Din sambil berjabat tangan terakhir. Sebelumnya, Paus Fransiscus berkenan menerima beberapa tokoh berbagai agama, Din Syamsuddin dipilih mewakili Islam. Pada pertemuan yg bersifat privat selama lima menit itu Din Syamsuddin menyampaikan harapan harmoni umat Katholik dan umat Islam. Sementara Paus Fransiscus meminta Din Syamsuddin  untuk saling mendoakan.
 
Hadir pada upacara penutupan dialog Paus Fransiscus yang juga memberi sambutan, dan ratusan tokoh dari berbagai agama dunia, termasuk Wakil Syaikh Al-Azhar, Sekjen Dewan Gereja Sedunia, dan Patriach Gereja-gereja Ortodoks Kristen, serta tokoh-tokoh Buddha, Hindu, dan lain-lain.
 
(thobib/bimasislam)