TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Bimas Islam Deklarasikan Tim Cyber Anti Narkoba, Pornografi, dan Radikalisme
Thursday, 08 September 2016 | 09:17
Berita

Jakarta, bimasislam—Untuk pertama kalinya, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam membentuk Tim Cyber Anti Narkoba dan Radikalisme secara resmi. Pembentukan tim dan tekad penanggulangan bahaya Narkoba dan radikalisme ditandai pelepasan balon dan slayer Tim sebagai bentuk tekad gerakan nasional. Kegiatan dilaksanakan di depan hotel Mercure, Ancol, Jakarta (15/6) yang diikuti oleh seluruh peserta Rakornas Tim, dipimpin oleh Direktur Penerangan Agama Islam, Kemenag RI, Muchtar Ali.  
 
 Dalam kesempatan tersebut Muchtar Ali membacakan deklarasi yang diikuti oleh seluruh peserta secara bersama dan bersemangat. Isi deklarasi tersebut adalah: Bismillahirrahmanirrahim. Kami Tim Cyber Anti Narkoba dan Radikalisme Bimas Islam bertekad untuk menanggulangi bahaya Narkoba dan radikalisme untuk mewujudkan Indonesia yang sehat, damai, maju, dan sejahtera!  
 
Hal menarik dari kegiatan tersebut adalah jumlah balon yang dilepaskan sebanyak 99 balon. Menurut ketua panitia, Alatief, jumlah tersebut merupakan simbol dariasmaul husna (nama-nama Allah yang mulia) sebagai spirit kerja Tim ke depan.  
 
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Bimas, Muhammadiyah Amin, menekankan agar Tim benar-benar bekerja nyata dengan memaksimalkan counter narasi untuk edukasi tentang bahaya Narkoba dan radikalisme. Menurutnya, di dunia maya saat ini begitu banyak informasi melalui ratusan ribu akun-akun media sosial yang bernuansa radikal. Sehingga, diharapkan Tim dapat memberikan warna dunia maya agar lebih ramah, bernuansa Islam rahmatan lil-alamin dan penuh dedikasi.  
 
“Saya berharap Tim Cyber ini benar-benar bekerja dengan baik. Jangan hanya semangat di awal-awal tetapi loyo kemudian. Tantangan kita sangat berat, sekian ratus akun-akun radikal yang perlu dinetralkan dengan narasi-narasi positif. Demikian juga Tim juga harus bisa mengemas informasi yang mengedukasi tentang bahaya Narkoba,” jelasnya.  
 
(Thobib/bimasislam)