TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Bendung Pengaruh Narkoba, Kemenag Jatim Jalin Kemitraan Strategis dengan BNNP dan Pemprov
Thursday, 13 October 2016 | 12:42
Berita

Surabaya, bimasislam—Untuk membendung pengaruh Narkoba yang semakin mengancam tatanan sosial masyarakat, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi, Kemitraan ini dalam rangka penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba Biro Kesmas Provinsi Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (13/10) di hotel Singgasana, Surabaya.
 
Dalam rilisnya kepada bimasislam, Kasi Penerangan dan Penyuluhan Agama Islam, AW Evendi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya sinergitas BNN Provinsi Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut untuk membangun kesepahaman dan tidak berjalan sendiri-sendiri. 
 
“Kegiatan ini bagus, karena bisa menghilangkan ego sektoral. Masalah Narkoba itu harus ditangani secara bersama, tidak bisa jalan sendiri-sendiri, sehingga penting dilakukan peran semua pihak dan kerja sama antara lembaga dan sinergitas nyata”, katanya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Wahid menyampaikan kepada forum bahwa Kementerian Agama telah membentuk Tim Cyber anti Narkoba dan Radikalisme. Tim ini dibentuk secara viral. Masing-masing anggota Timnas membentuk lagi tim tingkat provinsi, anggota tingkat provinsi membentuk tim tingkat kabupaten kota. Anggota tingkat kabupaten membentuk tingkat kecamatan dan anggota tingkat membentuk tim untuk masing kelompok binaan. Dan tiap kelompok binaan membentuk utk mengisolasi, advokasi P4GN untuk masing anggota keluarga dan masyarakat dengan saling menginformasikan seluruh kegiatan P4GN secara interaktif dan timbal balik pusat sampai akar rumput dan dari akar rumput sampai KE tingkat nasional.
 
Lebih lanjut Wahid menambahkan bahwa action plan tahun 2017 disepakati mengadakan kegiatan secara bersama-sama dalam skala yang lebih besar. Selain itu akan dilakukan FGD rehabilitasi korban, dan  tim yang masuk bagian rehabilitasi BNNP, Lapas, Kim nam, Ditreskoba, Rumah RSUD, RS AL, Dinsos. Untuk FGD pencegahan dilakukan oleh  Dispendik, Kemenag, Polda, KPA, LPA, Dinsos, Dishub LLAJ, Disperindag Tim Penggerak UKS. Sedangkan FGD pemberantasan adalah Polda, BNNP bidang Pemberantasan, Bappemas,Satpol pp, Kejati, Pengadilan Tinggi, Kum HAM, Biro Hukum Pemprov.    
 
Hadir dalam kesempatan tersebut wakil dari SKPD tingkat Provinsi, antara lain Kemenag, Biro Kera, Satpol PP, Dinsos, Biro Hukum, Bakesbangpol, Dispendik, Dinkes, TP UKS, Bappeda, Kejati, BPPOM, Ditreskoba, Disperindag, RSUD dr SUTOMO, Dishub LLAJ, Inspektorat Provinsi, Bidang Rehabilitasi BNNP, Bidang Pemberantasan BNNP, Kanwil Kemenkeu HAM, Pengadilan Tinggi, Bappemas, RS AL, RS Bhayangkara, Lembaga Perlindungan Anak, Komite Perlindungan Aids (KPA).
 
(wahid/bimasislam)