TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Tujuh Azan Jumat Usir Wabah
Monday, 19 February 2018 | 12:19
Artikel

Ada yang berbeda azan shalat Jumat di masjid Cipta Rasa, di Cirebon. Mungkin hanya satu-satnya di dunia Muslim kolong langit ini yang seperti itu. Di masjid tersebut, azan Jumat dilakukkan tujuh orang secara berbarengan.

Asal muasal azan seperti itu dimulai sejak zaman Sunan Gunung Jati. Pada suatu ketika, ada wabah penyakit yang parah menjangkiti masyarakat dan sukar obatnya. Konon, penyakit itu dibawa seorang satria yang tidak terima agama Islam berkembang di Cirebon. Dia bernama Megananda.

Megananda memiliki aji sirep menjangan wulung. Dia bertapa di atas memolo masjid. Kemudian dari dalam tubuhnya keluar hawa panas yg menyebabkan jamaah masjid banyak yang meninggal.

Para wali kemudian bermusyawarah untuk mengatasi masalah ini. Berdasarkan ilham yang didapat mereka, diadakan tahlil semalam suntuk sampai subuh. Ketika waktu subuh datang, 7 orang wali melakukan azan bersama-sama.

Tiba-tiba di atas memolo terdengar ledakan dasyat yang menghancurkan tubuh Megananda. Kemudian seketika itu sirnalah wabah penyakit di Cirebon.

Wabah itu kini telah tiada, Megananda dan Sunan Gunung Jati juga telah tiada, tapi kenapa warga masjid tersebut masih melakukannya?

Hal itu dilakukan sebagai untuk memperingati peristiwa itu. Kedua untuk kebersamaan, sebab pada masa itu Cirebon terdiri dari gabungan wilayah kerajaan kecil.

Azan semacam itu, memang dikritik organisasi keagamaan yang puritan. Kritik mereka mulai dari khotbah yang hanya menggunakan bahasa Arab sampai dengan tradisi yang lain.

Namun imam masjid tersebut tidak ada satu pun yang mau mengubah karena alasanya ini tingglan para wali.

Di Masjid Dog Jumeneng, Gunung Jati ada juga shalat Jumat dengan 4 orang Muazin. Sementaran di Trusmi dilakukan 3 orang yang terdiri dari merbot, modin, dan lebe.

Semua alasanya mereka adalah masjid-masjid itu adalah masjid wali.

*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI