TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Tangkal Bibit Radikalisme, Anak Didik Jangan Diarahkan Menjadi Ekslusif
Monday, 19 February 2018 | 13:53
Artikel

Salah satu penyebab berkembangnya radikalisme dan terorisme adalah pengajaran agama yang segregatif atau ekslusif. Sifat ekslusif akan menyebabkan siswa mudah merasa benar sendiri dan suka mengkafirkan.
 
Demikian pendapat dari Sekretaris PP Muhammadiyah Abul Mu’ti dalam kegiatan sarasehan nasional guru dan pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) di Jakarta beberapa waktu lalu.
 
Menurutnya, sifat ekslusif di kalangan siswa akan memunculkan perasaan terpinggirkan, aspirasinya tidak ditampung, dan dalam hal pergaulan akan menybabkan mereka mempunyai sedikit teman. “Ketika tidak punya teman, maka anak akan mudah memberontak,” tambahnya.
 
Kelompok ekstrimis dan teroris tidak akan banyak dan akan selalu menjadi minoritas karena sifat ekslusif dan membatasi diri dari orang lain itu. Namun, Abdul Mu’ti mengingatkan, keberadaan mereka tidak bisa diremehkan. “Mereka itu kecil tapi nekat,” katanya.
 
Karena itu, ia berpesan kepada para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk senantiasa melakukan monitoring kepada para siswanya. Tidak hanya cukup ditanyakan apakan mereka sudah shalat, tetapi juga ditanyakan dengan siapa saja mereka bergaul dan bagaimana pemahaman mereka terkait hal-hal tertentu, kemudian para guru memberikan feed back atau umpan balik dengan proses dialog.
 
Ia mengingatkan, para guru perlu menenanamkan sikap besar hati dan percaya diri kepada siswa dalam bergaul dengan siswa dan masyarakat luar. Perlu juga ditanamkan dalam dri para siswa bahwa diri mereka bermakna dan berarti di tengah masyarakat.
 
“Kalau dalam bahasa Melayu dikatakan ‘Kehadirannya menggenapkan ghoibnya mengganjilkan’,” katanya. Dengan merekatkan siswa dengan masyarakat dan menguatkan peran mereka di tengah masyarakat, maka mereka akan terhindar dari bibit-bibit terorisme.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI