TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Praktek Dakwah Para Pendahulu
Monday, 19 February 2018 | 13:52
Artikel

Para penyebar agama Islam di Indonesia telah merumuskan strategi dakwah atau strategi kebudayaan secara lebih sistematis, bagaimana menghadapi kebudayaan Nusantara yang sudah sangat tua, kuat dan sangat mapan. Mereka memiliki metode yang sangat bijak. Mereka memperkenalkan Islam tidak dengan serta merta, tidak ada cara instan, karena itu mereka merumuskan strategi jangka panjang. Dalam hal ini tentu dibutuhkan ketekunan dan kesabaran.
 
Dalam strategi dakwah yang digunakan oleh para pendahulu dan kemudian diterapkan di dunia pesantren: Para kiai, ajengan atau tuan guru mengajarkan agama dalam berbagai bentuk. Dalam dunia pesantren diterapkan fiqhul ahkam untuk mengenal dan menerapkan norma-norma keislaman secara ketat dan mendalam, agar mereka menjadi muslim yang taat dan konsekwen.
 
Tetapi ketika masuk dalam masyarakat diterapkan fiqhud dakwah, ajaran agama diterapkan secara lentur, sesuai dengan kondisi masyarakat dan tingkat pendidikan mereka dan  yang tertinggi adalah fiqhul hikmah (wisdom), sehingga Islam bisa diterima semua kalangan, tidak hanya kalangan, awam, tetapi juga kalangan bangsawan termasuk diterima kalangan rohaniwan Hindu dan Budha serta kepercayaan lainnya.
 
Mereka tidak hanya tinggal di satu tempat, tetapi selalu mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mendalami ilmu dan sekaligus menyiarkan Islam. Mereka itu ibarat danau yang memiliki kerohanian yang mendalam, dan pemikiran dan hati yang jernih, karena itu selalu didatangi mereka yang membutuhkan kedamaian rohani. Tetapi mereka juga sekaligus seperti sungai yang mengalirkan mata air dari danau ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga masyarakat yang jauh dari mata air dan jauh dari danau tersirami rohaninya.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI