TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Pasutri Keliling Dunia dengan Sepeda untuk Perdamaian
Monday, 19 February 2018 | 12:23
Artikel

Prihatin dengan maraknya kekerasan atas nama agama yang terjadi di setiap negara, pasangan suami istri (pasutri), Hakam Mabruri (34) dan Rofingatul Islamiah (34) bertekad keliling dunia dengan bersepeda. Keduanya akan menyampaikan pesan damai ke tiap tempat yang dilewatinya.
 
Sebagai seorang yang beragama Islam, ia akan mengampanyekan damai sesuai agamanya, di samping menghapus stigma yang disematkan kalangan luar sebagai agama penuh dengan kekerasan, radikal, dan teroris
 
Pasutri berasal dari Desa Gading, Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang, Jawa Timur, berangkat dari tanah kelahirannya pada Sabtu 17 Desember 2016. Sepanjang jalur Pantura, tiap hari diperkirkan mereka menempuh perjalanan dengan bersepeda sejauh 70 kilometer.
 
Dalam perjalanan, mereka singgah menemui ulama-ulama untuk meminta doa restu atas perjalanan tersebut. Misalnya ia singgah di Rembang, Jawa Tengah untuk bertemu KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Juga kepada tokoh-tokoh agama lain seperti Hindu, Budha, Kristen dan katolik.
 
Tak hanya orang hidup, sepanjang perjalanan dimulai, mereka berziarah ke makam-makam Wali Songo. Ia dan istrinya berziarah ke makam Sunan Ampel (Surabaya), Sunan Gresik, Sunan Giri (Gresik), Sunan Bonang (Tuban), Sunan Drajat (Lamongan), Sunan Muria, Sunan Kudus, (Kudus) Sunan Kalijaga (Demak), dan Sunan Gunung Jati (Cirebon).
 
Di makam Wali Songo, keduanya menyerap spirit agama Islam dengan penuh kesantunan sehingga tidak ada kekerasan perpecahan antarumat beragama.
 
Dari Cirebon, ia ke Jakarta dan menyeberang ke pulau Sumatera serta meninggalkan Indonesia melalui Aceh. Rencana ia akan masuk Myanmar, guna menyerukan perdamaian agar tidak ada lagi kekerasan termasuk yang dialami etnis muslim Rohingya. 
 
Keduannya juga akan melakukan perjalanan ke Makkah dan Madinah, untuk menunaikan ibadah umroh, sebelum melanjutkan perjalanan ke Israel melalui Yordania. 
 
Perjalanan misi keduannya diperkirakan akan menempuh waktu setahun. Namun meski masih panjang perjalanan mereka berdua, tapi tak menunjukkan wajah letih. Malah tersenyum mengembang. Keduanya  juga kompak ketika meladeni pertanyaan seputar latar belakang perjalanannya.
 
Perjalanan bersepeda bersama sang istri ongkosnya berasal dari sumbangan dan penjualan cindera mata "Holy Journey Cycling Trip". Namun itu tak cukup. Meski demikian, Hakam dan Rofingatul yakin akan banyak dukungan dan bantuan di sepanjang perjalanan.
 
Untuk perjalanan tersebut, keduanya menyiapkan diri selama beberapa bulan, termasuk fisik, mental, dokumen, dan logistik selama perjalanan. Ia sudah terampil dalam hal itu karena sebelum menikah, pernah keliling negara-negara ASEAN dengan bersepeda juga.
 
Pada 2012 ia melakukan kampanye penyelamatan penyu, mengajak warga untuk tidak mengonsumsi telur penyu. Penyu itu memakan racun di laut. Kalau penyunya hilang, racun di laut siapa yang makan. Nelayan jadi terancam racun.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI