TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Paradigma Fitrah Ilahiah untuk Memahami Seorang Anak
Monday, 19 February 2018 | 14:14
Artikel

Khalil Gibran mengatakan kalau “Anakmu bukanlah milikmu. Mereka adalah putra-putri Sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewar engkau, tetapi bukan dari engkau. Mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.”
 
Lantas siapakah anak? Makhluk yang istimewa, terbebas dari dosa, tanpa beban, ‘putih’, bersih dan suci. Tingkahnya yang menggemaskan, tiba-tiba menjengkelkan, tiba-tiba marah adalah suatu keunikan tersendiri dari makhluk ini.
 
Merujuk apa yang dikatakan oleh Khalil Gibran, setiap anak memiliki fitrah ilahiah. Fitrah layaknya fondasi dalam sebuah bangunan, yaitu berupa ruh yang cenderung mengenal Tuhannya. Dengan adanya fitrah tersebut, anak-anak cenderung berperilaku baik.
 
Dalam al-Quran, kecenderungan fitrah ilahiah juga dijelaskan dalam surat ar-Rum ayat 30 dan surat al-A’raf ayat 172.
 
Artinya: Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Ar-Rum:30).