TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Mencela Anak, baikkah?
Monday, 19 February 2018 | 13:29
Artikel

Celaan merupakan ungkapan yang tidak baik apabila diterima oleh anak-anak. Celaan dan teguran yang berlebihan akan berakibat makin beraninya tindakan keburukan dan hal-hal yang tercela.
 
Rasulullah saw adalah orang paling menghindari celaan kepada anak-anak. Beliau tidak pernah banyak melakukan teguran terhadap anak dan tidak pula banyak mencela sikap apa pun yang dilakukan oleh anak.
 
Tidaklah sekali-kali Nabi saw mengambil sikap ini, melainkan untuk menanmkan dalam jiwa anak perasaan malu serta menumbuhkan sikap mawas diri dan ketelitian yang berkaitan erat dengan akhlak mulia.
 
Sikap Rasulullah yg lembut terhadap anak sangat dirasakan oleh Anas r.a. Anas tidak pernah menerima celaan ataupun teguran ketika melayani Rasulullah. Nabi saw tudak pernah berkata "kenapa tidak kamu lakukan?" atau "kenapa kamu melakukan?".
 
Perlakuan Rasulullah kepadanya ini kemudian diungkapkannya melalui hadis berikut:
 
"Aku telah melayani Rasullah saw. selama 10 tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah mengeluarkan kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan: 'mengapa engaku lakukan?' dan pula tidak pernah mengatakan: 'mengapa tidak engkau lakukan?'" (HR. Bukhari).
 
Pada riwayat lain disebutkan:
 
"Tidaklah sekali-kali beliau memerintahkan sesuatu kepadaku, kemudian aku menangguhkan pelaksanaannya atau menyia-nyiakannya, lalu beliau mencelaku. Jika ada salah seorang ahli baitnya mencelaku, justru beliau membelaku: 'Biarkanlah dia, seandainya hal itu ditakdirkan terjadi, pastilah akan terjadi.'" (HR. Ahmad).
 
Hasil dari model pendidikan Nabi Muhammad saw. ini dapat dilihat pada sosok Anas, Ibnu Abbas, Zaid ibnu Haritsah, putranya Usamah ibnu Zaid, anak-anak Ja’far, dan anak-anak pamannya, al-‘Abbas, maupun anak-anak lainnya yang pendidikannya ditangani oleh Rasulullah saw sendiri. Mereka semua telah menjadi tokoh panutan dan imam pemberi petunjuk.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI