TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Lebih Bahaya Narkoba atau Pornografi?
Monday, 19 February 2018 | 13:06
Artikel

Sama-sama dapat menyebabkan kecanduan. Sama-sama dapat merusak otak manusia. Namun, manakah yang lebih berbahaya? Berikut poin-poin yang disampaikan oleh Dr. Mark B. Kastlemaan, Kepala Eduksi & Training Office for Candeo USA mengenai “lebih bahaya mana antara narkoba atau pornografi”.
 
Pengaruh kokain bisa dihilangkan, sedangkan pengaruh pornografi tidak.
Pengaruh kokain dalam tubuh manusia dapat dihilangkan dengan detoksifikasi, sedangkan dampak akut pornografi sulit untuk dihilangkan. Sekali terekam dalam otak, imaji akan terus ada dalam otak selamanya.
 
Pornografi dapat merusak saraf otak lebih banyak dibandingkan narkoba.
Narkoba dapat menyebabkan tiga saraf otak rusak, sedangkan pornografi dapat menyebabkan lima saraf otak, terutama pada prefrontal cortex (bagian otak yang berada tepat di belakang dahi). Kerusakan yang disebabakn pornografi tersebut akan berimbas pada otak manusia. Tidak bisa membuat perencanaan, tidak bisa mengendalikan emosi, dan tidak bisa mengambil keputusan adalah contoh akibat kerusakan otak akibat pornografi.
 
Pecandu pornografi lebih sulit dideteksi daripada pecandu narkoba.
Pada dasarnya, orang yang kecanduan pornografi dan narkoba merasakan hal yang sama, yakni keinginan terus menerus untuk memproduksi dopamin dalam otak. Perbedaan di antara keduanya adalah dalam hal pemenuhannya. Pecandu pornografi lebi mudah untuk memenuhi hasratnya, melalui ponsel pintarnya pecandu pornografi sudah bisa menyalurkan hasratnya. Berbeda dengan pecandu narkoba yang mengetahuinya ketika sakau, pecandu pornografi lebih sulit untuk dikenali dan dideteksi. Lambat laun, jika tidak ada tindakan pencegahan dan pengobatan akan menimbulkan kerusakan otak permanen melebihi kecanduan narkoba.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI