TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
JAUHI PORNOGRAFI DENGAN TIDAK BICARA MESUM
Monday, 19 February 2018 | 12:35
Artikel

Keinginan melihat konten-konten porno, tidak hanya timbul karena membuka media cetak ataupun elektronik yang memuat konten pornografi. Keinginan tersebut dapat dipicu karena pergaulan kita sehari-hari. Pergaulan di mana orang-orang di sekitar kita berbicara hal-hal mesum, sangat mungkin membuat kita mengaggap biasa-biasa saja pembicaraan mesum yang harusnya tidak dilakukan.
 
Agar tidak terpancing untuk pada hal-hal porno, jangan ikut-ikutan pembicaraan teman tentang “blue film”, tentang majalah porno, tentang wanita-wanita seksi. Hal itu bisa merangsang rasa penasaran kita. Salah-salah kita malah tertarik ingin tahu, berpikir bahwa teman-teman kita sudah tahu dan biasa dengan hal itu, sehingga kita merasa ketinggalan atau penasaran.
 
Menghindari pergaulan jelas tidak efektif bagi kita yang hidup di dunia modern, bisa-bisa teman-teman kita menyebut kita tidak normal atau anti sosial. Namun, mengikuti mereka yang biasa berbicara porno, bukan hal bijaksana.
 
Walaupun kita berada di tengah-tengah orang-orang yang terbiasa membicarakan hal-hal mesum, kita harus menegaskan bahwa kita tidak ingin terlibat atau hanya sekadar masuk dalam candaan mereka saat membicarakan hal mesum.
 
Jika kita berpeluang atau memiliki pengaruh, sangat tepat apabila melarang mereka membicarakan pornografi. Dapat juga kita megalihkan pembicaraan dengan hal lain, saat teman-teman kita membicarakan pornografi. Namun, apabila kita tidak bisa  melakukan hal itu, setidak-tidaknya dengan memberi tahu mereka tentang ketidaksukaan kita, atau bahwa hal itu tidak kita inginkan dengarkan dari mereka. (*)
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam