TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Islam Agama Kasih Sayang
Monday, 19 February 2018 | 14:27
Artikel

Tujuan utama hidup manusia adalah menggapai ridho Allah swt. Adapun jalan untuk menggapai ridho Allah adalah ibadah dengan niat yang tulus ikhlas karena Allah. Ta’abbud atau ibadah kepada Allah bukan hanya berupa menjalankan perintah-perintahNya tetapi juga meninggalkan perkara-perkara yang dilarang oleh aturan agama. Inilah tho’ah atau taat kepada Allah. Karena menjauhi perkara-perkara haram juga berarti menjalankan perintah Allah untuk meninggalkanya.
 
Taat menjalankan perintah Allah dan taat kepada Allah dalam menjauhi larangan-laranganNya dengan kesadaran dan niat ta’abbud inilah esensi dari taqwa kepada Allah swt. Apabila seorang hamba sudah bertaqwa, maka Allah kan ridho kepadanya. Dan jika Allah telah ridho kepada seorang hamba, maka Allah akan menyayanginya dan merahmatinya.
 
Tetapi kita harus pula mengingat pesan baginda Rasulullah saw bahwa sesungguhnya tidak ada manusia yang masuk surga murni karena amal ibadahnya. Ini bukan berarti Allah menyia-nyiakan amal ibadah hambaNya.
 
Rosulullah saw mengabarkan bahwa manusia bisa selamat dan bahagia di akhirat itu karena rahmat dan kasih sayang Allah. Karena sesungguhnya, sebanyak apapun ibadah yang dilakukan seorang hamba, tidak akan cukup ditukar dengan nikmat-nikmat yang dianugerahkan kepadanya oleh Allah.
 
Oleh karena itu, sangat diperlukan keikhlasan dan ketulusan dalam setiap ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba. Manusia tidak boleh sombong dan merasa layak masuk surga karena telah banyak beribadah.
 
Justru ketika seseorang mengaku dan merasa telah banyak beribadah sesungguhnya ia bukanlah seorang ahli ibadah. Apalagi jika ia merasa lebih baik dan lebih saleh dari orang lain, maka sesungguhnya ia telah terkena penyakit ‘ujub yang justru bisa menjauhkannya dari rahmat Allah. Padahal rahmat dan kasih sayang Allah itulah yang bisa menyelamatkannya dari nasib buruk di hari kiamat. Bukan amal ibadahnya.
 
Oleh karena itu, selain menyuruh hambanya untuk ikhlas dalam beribadah, Allah memerintahkan kepada kita untuk memiliki sifat rahmat atau kasih sayang kepada sesama makhluk Allah.
 
Tentu bukan kebetulan ketika sifat Allah yang maha pengasih dan penyayang merupakan sifat-sifat Allah yang paling banyak kita ucapkan setiap hari. Setiap hari, ketika sholat maupun ketika kita hendak mengerjakan sesuatu, kita mengucapkan kata bismillahirrahmanirrahiim.
           
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI