TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
ISIS DAN TIPU DAYA INTERNET
Monday, 19 February 2018 | 14:27
Artikel

Sebagian dari kita barangkali pernah dengar ada satu keluarga asal Indonesia yang berjumlah lebih dari 20 orang ramai-ramai berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.
 
Peristiwa itu terjadi pada Agustus 2015 dan menjadi sorotan media-media internasional. Ragam usia yang ikut serta dalam rombongan itu juga cukup lengkap, mulai dari kakek-nenek hingga anak-anak.
 
Berapa biaya yang digelontorkan untuk keberangkatan ke luar negeri dengan jumlah anggota sebesar itu? Ya, ongkos yang tak sedikit. Untuk kepentingan ini, mereka menjual rumah, mobil, perhiasan, dan barang-barang berharga lainnya.
 
Total yang berhasil dihimpun pun mencapai sekitar setengah miliar rupiah. Dengan modal tersebut, mereka terbang ke Turki, baru kemudian ke Suriah.
 
Bagi mereka saat di Indonesia, pasukan ISIS adalah kelompok mujahid yang sukses mewujudkan negara Islam yang indah: penuh kedamaian, keadilan, kesejahteraan, dan tentu saja kehidupan serbaislami sebagaimana yang mereka idam-idamkan.
 
Bagi yang tahu kebengisan ISIS sejak awal, tindakan satu keluarga ini konyol. Tapi nyatanya satu keluarga tersebut beranggapan sebaliknya, meskipun akhirnya mereka menyesal setelah beberapa bulan tinggal di Suriah.
 
Seorang nenek meninggal dunia. Disusul seorang bapak tewas akibat serangan udara. Para pria dewasa dipaksa ikut perang, sementara para wanita dipaksa menjadi pelampiasan nafsu pasukan ISIS. Mimpi mereka pun hancur lebur di kawasan tersebut.
 
Suriah adalah nestapa bagi rombongan sekeluarga ini. Pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, dan janji perbaikan ekonomi yang pernah terngiang hanya tinggal khayalan.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam