TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Ini Dua Perintah Sebelum Jihad
Monday, 19 February 2018 | 14:29
Artikel

Dalam kehidupan sehari-hari jihad di jalan Allah bukanlah prioritas pertama karena ada yang lebih tinggi dan disukai oleh SWT dari pada jihad, yakni shalat di awal waktu dan berbakti kepada orang tua.
 
Hal itu dapat kita ketahui dari urutan kalimat atau redaksi dalam  hadits Nabi Muhammad SAW riwayat Bukhori-Muslim, yakni: 1. (shalat di awal waktu), 2. (berbakti kepada kedua orang tua), dan 3. (jihad di jalan Allah).
 
Ketiga hal di atas, yakni sahalat di awal waktu, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad di jalan Allah kesemuanya adalah perintah Allah SWT dan termaktub di dalam Al-Qur’an:

1. Tegakkanlah shalat, (Al-Isra: 78)
2. Berbaktilah kepada kedua orang tua (Al-Isra: 23)
3. Berjihadlah di jalan Allah (Al-Baqarah: 218)
 
Jika kita bandingkan antara berbakti kepada kedua orang tua dengan jihad di jalan Allah maka berbakti kepada kedua orang tua harus lebih didahulukan dari pada jihad karena ia menempati urutan kedua, sedangkan berjihad berada di urutan ketiga.
 
Dari sisi hukum Islam, berbakti kepada kedua orang tua hukumnya fardhu ‘ain yang berarti mengikat atau berlaku bagi setiap orang tanpa terkecuali.
 
Sedangkan jihad di jalan Allah, menurut jumhur ulama, hukumnya fardhu kifayah yang berarti jika sudah ada sebagian orang yang melakukannya, maka sebagian yang lain tidak wajib melakukannya sehingga tidak serta merta terkena dosa karena ketidak ikut sertaannya. Dalam keadaan tertentu, hukum jihad di jalan Allah bisa berubah menjadi fardhu ain.
 
Beberapa tahun terakhir ini, terutama sejak reformasi, beberapa kekerasan atas nama agama  terjadi dimana-mana di berbagai daerah di Indonesia. Kekerasan itu dilakukan oleh sekelompok orang yang terlatih atas nama jihad dengan mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah.
 
Pertanyaannya adalah apakah mereka mendapatkan izin dari kedua orang tuanya untuk melakukan kekerasan yang tidak hanya menewaskan orang lain tetapi juga menewaskan diri sendiri tersebut? Anda tahu jawabannya.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI