TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Hindari Siasat Pecah Belah
Monday, 19 February 2018 | 14:22
Artikel

"Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara. Karena itu, damaikanlah saudara-saudara kalian dan bertakwalah kalian kepada Allah agar kalian dirahmati." (QS al-Hujurat 49: 10).
 
Dalam perjalanan sejarah, umat Islam sempat mengalami goncangan sosial-politik-budaya yang sangat riskan. Bermula dari kontroversi masalah khilafah, terbunuhnya sahabat Utsman bin Affan, meletusnya perang Jamal dan Shiffin hingga gugurnya sahabat Ali bin Abi Thalib.
 
Peristiwa demi peristiwa di atas pada akhirnya melahirkan perbedaan paham agama dan golongan-golongan seperti Khawarij, Syi`ah, Murji`ah, Qadariyah, Jabbariyah, Mu`tazilah dan Sunni dengan berbagai variannya. Seringkali perbedaan antar-golongan memicu konflik, intrik dan pertikaian sesama saudara yang mengakibatkan  kerugian besar di kalangan umat Islam, baik karugian harta benda maupun kerugian nyawa.  Beberapa di antara golongan tersebut sudah hilang dari teras sejarah namun sebagian lagi masih terus hidup hingga hari ini.
 
Di era kolonialisme, bangsa-bangsa Barat dengan cerdik memanfaatkan perbedaan yang ada di kalangan umat Islam untuk kepentingan mereka, yakni menguasai dan merampas tanah-tanah yang dikuasai umat Islam untuk kemudian dijadikan wilayah jajahannya. Orang-orang Barat menugaskan ilmuwan mereka (orientalis) untuk menggali perbedaan karakter ras, etnis,  budaya serta golongan-golongan dalam tubuh umat Islam.
 
Data-data yang mereka peroleh dijadikan bahan untuk mengadu domba dan menaklukkan dan mengeksploitasi kawasan kaya sumber daya alam yang dikuasai umat Islam. Kita mengenal pola kerja kaum penjajah ini dengan istilah politik belah bambu, devide et empera! Yang satu diangkat untuk didukung semantara waktu sedangkan yang satunya lagi diinjak untuk dihancurkan.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI