TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Hindari Hal Ini agar Rumah Tidak jadi "Mesin Pembunuh Bakat Anak" Part II
Monday, 19 February 2018 | 14:22
Artikel

Setelah kita membahas 3 karakter pendidikan yang negatif, mari kita lanjutkan dengan karakter berikutnya, yaitu sebagai berikut:
 
4. Hukuman yang tidak mendidik anak
Biasanya, ada dua hukuman, yaitu hukuman fisik dan hukuman psikis. Hukuman fisik antara lain memukul, mencubit, menarik rambut, menampar dan sejenisnya.\
 
Sedangkan hukuman psikis, antara lain, mengurung anak, mengomeli, memaki, meneriaki, dan sejenisnya. Kedua hukuman tersebut sama-sama tidak dianjurkan. Lalu, apakah orang tua sama sekali tidak boleh menghukum anaknya?
 
Istilah "hukuman" lebih baik diubah menjadi pengajaran atau konsekuensi. Kemudian, orang tua menentukan jenis konsekuensi yang sesuai dengan usia anak. Biasanya, konsekuensi paling efektif adalah menunda sementara waktu aktivitas paling digemari anak.
 
Jadi, tidak ada hukuman, yang ada hanyalah konsekuensi. Hukuman yang tidak mendidik, biasanya malah akan menimbulkan pengaruh buruk pada anak dan bisa membunuh bakat anak.
 
5. Tekanan anak terhadap prestasi di sekolah
Orang tua mana yang tidak ingin anaknya berprestasi di sekolah, tentu semua ingin. Namun, apabila diiringi dengan cara memaksa atau menekan, tentu akan berakibat tidak baik bagi anak. Nantinya, orientasi bersekolah anak akan berubah.
 
Yang semestinya sekolah menjadi tempat nyaman, malah menjadi tempat percetakan anak berprestasi. Dan juga, dirumah yang seharusnya menjadi tempat belajar dan bersenda-gurau bersama keluarga, malah menjadi tempat untuk mengerjakan PR demi mengejar preatasi akademis. Rumah semacam ini praktis akan menjadi meain pembunuh bakat anak.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI