TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Hikmah dari Kisah Mariah al-Qibtyiah
Monday, 19 February 2018 | 14:23
Artikel

Saat nabi mendapat hadiah dari Gubernur Mesir berupa seorang wanita yang bernama Maria al-Qibtiyah, seorang dari kelompok Kristen Koptik, yang kemudian menjadi Isteri Nabi, lalu Nabi Muhammad menasehati Umar bin Khattab agar kelak saat menaklukkan Mesir agama nenek moyang Maria itu dihormati.
 
Benar ketika beberapa tahun kemudian setelah wafatnya nabi Khalifah Umar berhasil menaklukkan Mesir, raja dan agama Kristen Koptik dihormati tidak diganggu sama sekali. Karena itu agama ini tetap bisa berkembang dengan penuh kedamaian di Mesir yang mayoritas Muslim hingga saat ini.
 
Mengingat kemajemukan masyarakat Arab khususnya yang berada di Mekah dan Madinah itu, maka ketika Nabi membentuk komunitas di daerah itu tidak dinamai negara Islam dan bukan negara Arab, tetapi dinamai Komunitas Madinah atau negara Madinah yang tertuang dalam Piagam Madinah, yang terdiri dari warga Islam, Kristen dan Yahudi.
 
Mereka diajak hidup bersama berdampingan saling menjaga dan saling melindungi. Inilah Sunnah nabi yang diajarkan pada umat Islam dalam mebentuk masyarakat atau negara mesti disesuaikan dengan kondisi masyarakatnya. Itu semua merupakan sejarah Islam dan Kristen di Timur Tengah yang patut dicatat dan dicontoh hingga sekarang, termasuk di belahan dunia Muslim yang lain terutama umat Islam Indonesia.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI