TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Harmonisasi Agama dan Budaya (2)
Monday, 19 February 2018 | 13:56
Artikel

Islam diterima dengan sangat baik oleh penduduk Indonesia atau Nusantara karena kearifan para ulama yang datang ke wilayah ini yang sangat menghormati tradisi, adat istiadat, bahkan agama setempat. Tidak sedikit tradisi yang kemudian dijadikan sarana penyiaran Islam. Dengan cara itu mereka tidak terusik dengan datangnya agama baru itu, malah menerima dengan tangan terbuka.
 
Karakter toleran terhadap tradisi masyarakat Indonesia inilah yang menyebabkan Islam diterima dengan baik oleh penduduk setempat. Alhasil, menjadi Islam tidak lantas harus meninggalkan identitas kesukuan. Menjadi Islam tidak lantas mengharuskan kita sama sekali tidak mengakui adanya perbedaan antara kita dengan saudara-saudara kita yang lain.
 
Bangsa Indonesia adalah bangsa besar dengan beraneka ragam kebudayaan luhur yang telah ada semenjak nenek moyang kita belum mengenal dan memeluk Islam. Sehingga sebagai generasi penerus eksistensi keagungan nenek moyang maka kita harus melestarikan kebudayaannya.
 
Setelah memeluk agama Islam dengan sepenuhnya, dapatkah kita tetap melaksanakan tradisi-tradisi lama nenek moyang? Dapatkah identitas kesukuan kita tetap utuh terjaga meskipun kita telah memeluk Islam dengan sepenuhnya? Maka jawabnya adalah tentu saja dapat. Karena Islam bukan didakwahkan oleh Rasulullah SAW untuk menghancurkan tradisi asli kita.
 
Islam didakwahkan kepada kita untuk mengagungkan kita di hadapan Allah SWT agar kita tidak lagi membeda-bedakan kelompok untuk saling berebut keunggulan dengan menggunakan nama kelompok. Islam datang dengan satu standar yang menjadikan kita terpanggil untuk berlomba-lomba menjadi lebih baik di hadapoan Allah SWT. Standar tersebut adalah ketaqwaan. Apapun suku bangsa kita. Jika kita tetap utuh menyembah dan mengagungkan Allah, maka kita tetap menjadi Islam. Apapun pekerjaan kita, jika kita lebih bertaqwa dalam menjalani kehidupan maka kita mendapat kehormatan untuk menjadi lebih baik di hadapan Allah.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI