TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Gaya Hidup, Ekonomi, Keluarga sebaai Faktor Penggunaan Narkoba
Monday, 19 February 2018 | 14:10
Artikel

Gaya hidup modern yang penuh dengan tawaran, pilihan, peluang, tantangan dan persaingan mudah mengakibatkan frustasi dan ketegangan jiwa yang untuk mengatasinya seseorang cenderung menyalahgunakan narkotika dan psikotropika.
 
Faktor ekonomi, keuntungan yang berlipat dari bisnis narkoba menyebabkan semakin maraknya bisnis ini di negeri kita. Uang yang beredar dalam perdagangan narkoba sangatlah besar.
 
Diperkirakan, besarnya biaya untuk konsumsi narkoba di Indonesia sepanjang 2004 mencapai Rp 23,6 triliun. Disamping faktor keuntungan, faktor sulitnya mendapatkan pekerjaan dan gaya hidup yang serba konsumtif juga merupakan faktor penyebab yang mendorong seseorang menjadi pengedar narkoba.
 
Faktor kemudahan memperoleh obat. Saat ini di Indonesia narkoba bisa dengan mudah diperoleh baik di tempat umum seperti warung maupun di tempat-tempat tertentu seperti diskotik.
 
Banyak yang menawarkan dan menipu si korban agar mau mencoba. Awalnya diberikan gratis dengan dalih pertemanan atau ingin menolong mengatasi masalah yang sedang dihadapi.
 
Faktor keluarga juga turut berperan dalam maraknya penyalahgunaan narkoba. Zaman sekarang, akibat tuntutan kebutuhan hidup, kedua orang tua harus membanting tulang untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga. Karena kesibukannya, orang tua terkadang tidak punya waktu untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya.
 
Dampaknya anak merasa tidak diperhatikan sehingga mereka mencari orang lain di luar rumah yang mau memperhatikan mereka, dan membentuk nilai-nilai sendiri dengan mengkaitkan dirinya dengan cara menggunakan narkoba.
 
Dengan demikian keluarga memiliki kontribusi yang besar dalam membentuk kepribadian seseorang. Apakah seseorang akan memiliki kepribadian positif atau negatif, tergantung pola asuh yang diterapkan, pengetahuan orang tua dalam mengasuh anak, pola interakasi dan komunikasi yang terbangun dalam keluarga tersebut.[]
                       
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam