TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Garis Tipis Radikalisme dan Terorisme
Monday, 19 February 2018 | 14:11
Artikel

Sejatinya radikalisme adalah satu tahapan atau satu langkah sebelum aksi terorisme. Pada umumnya, para teroris yang banyak melakukan tindakan destruktif dan bom bunuh diri mempunyai pemahaman yang radikal terhadap berbagai hal, terutama soal keagamaan.
 
Hal itu karena perbedaan diantara keduanya sangat tipis, dalam istilah Rizal Sukma (2004), “Radicalism is only one step short of terrorism.” Dan itu tampak ketika banyak para teroris melegitimasi tindakannya dengan paham keagamaan radikal yang mereka anut.
 
Tidak heran jika para teroris yang juga kadang disebut sebagai orang neo-khawarij itu menganggap orang lain yang bukan kelompoknya sebagai ancaman. Dan ancaman ini dalam batas-batas tertentu, menurut mereka harus dimusnahkan.
 
Unsur terpenting dari radikalisasi adalah adanya proses transfer ideologi. Proses itu sebenarnya memiliki dampak positif dan negatif terhadap pola pikir seseorang dalam memandang sebuah ajaran atau pemahaman.
 
Radikalisasi bisa berdampak positif bila mengarah pada pendalaman sebuah ajaran. Namun, bisa menjadi negatif jika meyakini cara kekerasan dalam menyebarkan suatu pemahaman.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam