TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Filosofi Kurban yang Jarang Terungkap
Monday, 19 February 2018 | 14:09
Artikel

Yang jarang terungkap dari kisahpengorbanan Nabi Ibrahim saat hendak menyembeli putranya Ismail, adalah pesan mendalam dari prosesi Allah mengganti material sembelihan dari manusia menjadi hewan.
 
Nabi Ibrahim memang menunjukkan totalitas kepatuhan tanpa batas kepada Rabb-nya ketika menyanggupi akan menyembelih Ismail, tapi drama penyembelihan tidak pernah berakhir dengan mengalirkan darah manusia.
 
Penggantian material sembelihan adalah bentuk penegasan Islam tentang betapa mahalnya nyawa manusia, alangkah mulianya darah mereka.
 
Pesan kemanusiaan ini juga selaras dengan firman Allah: "Walaqad karramna Bani adam (sungguh telah aku muliakan keturunan Adam [manusia]). Manusia tercipta dengan sebaik-baik bentuk (ahsanu taqwim).
 
Ia dianugerahi akal dan nafsu untuk digunakan sebaik-baiknya dalam menghamba kepada Allah, menjadi khalifah di muka bumi.
 
Dengan bahasa lain, cerita Nabi Ibrahim memang melukiskan tentang pengorbanan tapi bukan pengorbanan darah manusia melainkan darah hewan.
 
Secara filosofis, hal ini juga mengandung perintah tersirat bagi manusia secara keseluruhan untuk MEMBUNUH nafsu kebinatangan dalam diri kita dan Menghidupkan aspek kemanusiaan kita sebagai hamba hakiki Allah dan makhluk beradab di jagat raya ini.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam