TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Faktor Demografis Peredaran Narkoba di Indonesia
Monday, 19 February 2018 | 14:29
Artikel

Berbagai upaya telah banyak dilakukan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat untuk mencegah dan mengatasi masalah peredaran Narkoba. Namun, upaya-upaya tersebut belum bisa dikatakan berhasil. Kenapa demikian? Ada beberapa hal yang menjadi dasar.
 
Dilihat dari letak geografi, Indonesia memang sangat beresiko menjadi sasaran empuk pengedar narkoba karena posisi Indonesia yang terletak diantara dua benua, Asia dan Australia serta Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia.
 
Disamping itu Indonesia juga menjadi negara kepulauan yang terbesar di dunia dengan 17.508 pulau, dan memiliki garis pantai dan perbatasan yang sangat panjang dan terbuka serta terletak tidak jauh dari daerah penghasil opium terbesar di dunia yaitu Golden Triangle (Laos, Thailand dan Myanmar) dan daerah Golden Crescent (Iran, Afganistan, dan Pakistan).
 
Penjagaan wilayah perbatasan dan pintu-pintu masuk Indonesia seperti pelabuhan laut dan udara saat ini terus ditingkatkan. Demikianoula dengan kerjasama internasional di bidang kejahatan transnasional agar  Indonesia tidak menjadi ladang subur bagi tumbuhnya kejahatan transnasional.
 
Dari segi kependudukan, Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih dari 240 juta jiwa dengan proporsi penduduk usia muda yang cukup besar (sekitar 45 persen) dengan tingkat kemakmuran atau perekonomian yang rendah. Hal ini merupakan potensi pasar yang besar untuk peredaran gelap narkotika dan psikotropika dan mendorong timbulnya pengedar-pengedar yang ingin cepat kaya dengan “sedikit” bersusah payah.
 
Derasnya informasi dari negara- negara industri maju dan proses globalisasi membawa pergeseran nilai-nilai perubahan selera dan gaya hidup ke arah yang lebih berorientasi kepada keangkuhan (egoisme), individualisme, konsumerisme dan hedonisme.

wah, negara kita besar, ya. Ayo kita jaga bersama agar tak dimanfaatkan oleh pihak yang ingin menghancurkan negara kita.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam