TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Ekstremis ISIS Menista Hadits Nabi
Monday, 19 February 2018 | 14:07
Artikel

Perilaku dan tindakan ekstrem atas nama agama kerap menjadi stigma bagi masyarakat dunia (baca: Barat) untuk menjustifikasi bahwa Islam adalah agama teroris. Brand ini bukan tanpa alasan karena yang seringkali melakukan teror mematikan dengan menggunakan bom, dan lain-lain tidak lain adalah seorang Muslim.
 
Tentu tindakan tersebut hanya dilakukan oknum, baik dalam bentuk kelompok, organisasi, maupun individu. Namun, sebagian orang Barat nampaknya memmukul rata (generalisir) untuk menjustifikasi orang Islam sehingga mereka pun terkadang mengalami diskriminasi di negara-negara Barat atas perbuatan segelintir oknum yang nyata-nyata membuat wajah Islam tidak baik di mata dunia.
 
Pada prinsipnya, kelompok-kelompok ekstrem (tatharruf) kerap menggunakan ayat-ayat pedang (qital) untuk melegitimasi aksi kejinya atas nama jihad menegakkan agama Allah, perjuangan mendirikan negara Islam, dan sejumlah argumentasi utopia lainnya.
 
Kelompok paling nyata yang sering mempropagandakan kekejaman teror atas nama agama adalah Islam State of Iraq and Syiria (ISIS) dengan mendeligitimasi ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. ISIS tidak lebih dari sekadar organisasi politik yang menggunakan dan menyajikan ayat-ayat pedang dengan dalih menegakkan agama Allah untuk tujuan pendirian Daulah Islamiyah. Gerakan ini secara berkelindan membuat ISIS sering memahami hadits secara politis atau dengan kata lain melakukan politisasi hadits.
 
Organisasi ekstremis yang didirikan oleh Abu Bakar Al-Baghdadi ini bukan hanya melenceng jauh dari konteks diturunkannya nash,  tetapi juga tidak mampu memahami bahwa keberadaan Al-Qur’an maupun Hadits tidak berdiri sendiri melainkan saling bertautan. Tautan antara ayat satu dengan yang lain dan hadits satu dengan hadits lain mewujudkan pemahaman agama secara mendalam, tidak dangkal dan radikal seperti tampak dalam nalar kelompok ISIS.
 
ISIS merupakan kelompok takfiri radikal. Artinya mereka tidak hanya mudah mengafirkan dengan hadits-hadits yang dieksploitir secara politis, tetapi juga berlaku brutal dengan cara kekerasan, merampas, hingga membunuh orang lain yang dianggap kufur oleh mereka. Bahkan sampai menghalalkan seorang perempuan untuk dijadikan budak seks dan dijual bebas.
           
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI