TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Dampak Pornografi Terhadap Anak
Monday, 19 February 2018 | 13:47
Artikel

Keberadaan internet membuat orang tua harus ekstra waspada terhadap dampak negatif pornografi terhadap anak. Seperti yang diketahui, akibat keberadaan internet konten-konten yang berbau pornografi begitu mudah menyebar luas di kalangan masyarakat, terutama remaja dan anak-anak. Pornografi dengan mudah diakses dimana saja, bukan hanya di media print, namun juga media elektronik yang penyebarannya sering luput dari pengawasan orang tua.
 
            Sebuah data yang diakses dari www.antarajatim.comberdasarkan riset Kemenkominfo saat ini sebanyak 68% siswa SD di Indonesia pernah mengakses situs yang mengandung konten pornografi. Sedikit miris memang dan parahnya adalah jika dibiarkan dapat meracuni psikologis anak-anak, dan dampak yang ditimbulkan pun semakin besar. Agar lebih waspada, dalam tulisan ini akan dipaparkan beberapa dampak negatif pornografi terhadap anak.
 
            Seorang anak yang sering melihat dan mengakses konten yang mengandung pornografi dapat merusak otaknya. Karena konten penyakit tersebut dapat merubah struktur pada otak dan fungsi otak. Otak tidak akan bekerja seperti biasa karena Prefrontal Cortex atau PFC mengalami gangguan. Hal ini akan mengakibatkan daya otak untuk merencanakan, menahan nafsu dan emosi, dan pengambil keputusan akan bermasalah. Sedangkan seorang peneliti juga mengatakan jika pornografi adalah Visual Crack Cocaine atau narkoba melalui mata. Artinya pornografi juga mengakibatkan candu bagi anak. Cara kerjanya seperti narkoba, jika kencanduan maka apapun dilakukan untuk mendapatkan barang tersebut. 
 
            Dampak yang lebih parah adalah jika anak sudah mulai meniru aktifitas seksual seperti apa yang telah mereka lihat. Sudah menjadi sifat alami seorang anak, yang meniru apapun yang telah dilihatnya ataupun yang didengar. Jika mereka sering melihat konten negatif tersebut, bukan sebuah hal yang mustahil mereka akan melakukan aktifitas seksual seperti yang mereka lihat. Entah kepada yang lebih muda, teman sebaya, bahkan yang lebih tua. Jika hal ini dibiarkan, anak akan menjadi pelaku kekerasan seksual dan korban kekerasan seksual. Hal ini juga dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah kehamilan usia dini. Yang tentunya dapat merugikan negara, keluarga, dan mengancam masa depan anak –anak.