TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Dakwah virtual
Monday, 19 February 2018 | 13:43
Artikel

Euforia media sosial yang saat ini hampir pasti dipunyai oleh setiap individu menuntut guru agar lebih memahamkan kepada siswa akan arti positif media sosial dan hadirnya ribuan portal-portal berita. Apalagi saat ini, tak sedikit yang memanfaatkan internet untuk menumbuhkembangkan paham ekstrem meresahkan di tengah masyarakat. Hal ini penting menjadi perhatian guru, karena selama ini paham-paham tersebut sangat gencar menyasar anak-anak muda usia sekolah.
 
Keterbukaan dan luasnya informasi publik yang didukung oleh perkembangan teknologi berdampak pada mudahnya aksesibilitas. Dengan kondisi demikian, guru tidak bisa sekadar acuh tak acuh (apriori) apalagi sangat terkait dengan perkembangan para siswanya.
 
Melihat perkembangan paham radikal yang terus berusaha menyasar anak usia sekolah, guru dan pihak sekolah harus berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh para siswanya. Wahana seperti Rohis jangan dibiarkan liar, justru wadah ini harus dimanfaatkan oleh guru untuk menanamkan pemahaman keagamaan yang baik dan benar, sejuk, ramah, dan menghargai perbedaan.
 
Pada akhirnya, era digital menyadarkan dunia pendidikan akan arti penting sebuah inovasi yang harus terus menerus dikembangkan. Dunia pendidikan tidak perlu anti terhadap siswa yang saat ini gandrung dengan media sosial.
 
Sebaliknya, semua elemen (stakeholders) pendidikan harus mampu memanfaatkan potensi media sosial di era digital ini agar pembelajaran di kelas lebih berkualitas. Lagipula, media pembelajaran yang ramah dan damai dapat dikembangkan melalui perkembangan dunia digital.
 
Jangan membiarkan dunia maya didominasi oleh gambar, video, maupun narasi-narasi ekstremis, melainkan masyarakat harus berperan aktif dengan mengisi dunia maya dengan narasi-narasi positif terkait paham keagamaan dan kebangsaan.
 
Secara virtual, media-media inilah yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memberikan pemahaman keagamaan yang baik dan benar kepada siswanya dalam upaya mengikis paham radikal.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI