TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Dakwah Tanpa Mencaci dan Menghujat
Monday, 19 February 2018 | 13:49
Artikel

Iman dan taqwa bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Tidak ada orang yang bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa kecuali dia adalah orang yang beriman. Dan tidak ada orang yang benar-benar beriman, kecuali dia bertaqwa; yakni menjaga diri dari dosa dan selalu berusah menjalankan perintah-perintahNya, disertai dengan akhlak yang kariimah.
 
Orang-orang yang bertakwa percaya kepada yang ghaib. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, percaya bahwa surga dan neraka itu benar-benar ada, mereka juga percaya bahwa Allah menciptakan malaikat dan menurunkan kitab suci kepada beberapa nabi.
 
Mereka percaya dengan hari akhir dan hisab. Dengan kepercayaan dan iman itu lalu mereka menjalani hidup di dunia sesuai dengan tuntunan dan ajaran yang disampaikan oleh Rosulullah saw dari Allah swt.
 
Hamba Allah yang benar-benar beriman dan bertaqwa itu mempunyai hati yang lembut, jiwa yang tenang dan perangai yang baik, ramah, dan penuh kasih sayang. Hal itu tercermin dalam tindakan dan ucapannya sehari-hari. Orang yang benar-benar beriman, atau mereka yang memiliki kualitas iman sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, tidak mungkin menjadi pribadi-pribadi yang tercela.
 
Mereka tidak mungkin menjadi orang-orang yang mengajak manusia kepada kerusakan, hasut, kedengkian, dan kebencian. Orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya iman tidak mungkin menyebarkan fitnah atau tuduhan-tuduhan keji tanpa dasar kebenaran kepada siapapun.
 
Mereka tidak mungkin mencaci dan melontarkan tuduhan keji hanya didasarkan pada su’udzon dan kebencian terhadap seseorang atau kelompok tertentu. Orang-orang yang melakukan kekejian seperti ini, bukanlah orang yang beriman dan bertaqwa. Justru, mereka adalah para ahlul fitnah, atau pembuat kerusakan di muka bumi.
 
Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI