TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Dakwah Model Intelektual
Monday, 19 February 2018 | 13:37
Artikel

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapatkan petunjuk.(QS An-Nahl 16: 125)
 
Dakwah model yang ketiga ini lebih banyak dilakukan oleh para intelektual atau ahli agama untuk masalah-masalah berat yang memerlukan kajian ilmiah, baik di bidang aqidah, ibadah maupun mu’amalah terdapat hal-hal yang perlu menggunakan argumentasi rasional. Sayangnya tidak sedikit masalah-masalah kontemporer yang tidak ada pijakan dalil yang tegas (qath’i), sehingga mengundang perdebatan di kalangan ulama. Siapa yang argumentasinya lebih kuat, maka itulah pendapat yang dipandang paling mendekati kebenaran, namun tentunya dengan tetap menghormati argumen lainnya.
 
Demikianlahtiga metode dakwah damai yang diterapkan oleh para penyebar Islam di Indonesia, sehingga agama akhir zaman ini dipeluk oleh mayoritas penduduk.
 
Selain menyangkut metode atau cara menyampaikan pesan dakwah ada hal lain yang perlu diperhatikan yaitu ketepatan dalam menjelaskan setiap persoalan. Seorang da’i atau kita semua tidak boleh mengeneralisir persoalan. Kasus atau peristiwa yang akan dipaparkan harus dipilah-pilah dan diteliti terlebih dahulu sesuai latar belakang kejadian masing-masing, karena hal ini menyakut ketepatan dalam berdakwah.
 
Kalau sejak awal tidak cermat dalam menjelaskan setiap persoalan maka dakwah bisa gagal total, hanya membuang-buang waktu dan tenaga. Bisa jadi dakwah yang kurang cermat malah membuat umat semakin resah.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI