TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Dakwah; Memerintah dan Melarang
Monday, 19 February 2018 | 12:24
Artikel

Belakangan ini masyarakat Indonesia mengalami krisis semangat berdakwah (ruhud dakwah). Sehingga yang terjadi saling menyalahkan terhadap mereka yang berbeda pandangan.
 
Karena krisis ruhud dakwah, seorang da’i seperti sesukanya. Ada orang sesat disikat, ada yang tidak cocok, disikat. Keluar ungkapan bernada caci-maki di atas panggung tanpa rasa sungkan, padahal yang mendengarkan ada anak-anak yang dalam masa pertumbuhan. Kemudian menyesatkan dan mengkafirkan orang atau pihak lain, yang belumm tentu sesat dan kafir. Perilaku semacam itu tidak benar.
 
Perilaku semacam itu terjadi karena banyak orang yang belum memahami arti berdakwah, tapi entah kenapa, ia berdakwah. Mereka sering menyamakan berdakwah dengan amar ma'ruf nahi mungkar, padahal keduanya sanagat berbeda.
 
Dakwah itu mengajak kebaikan, sementara amar makruf artinya memerintah; nahi mungkar melarang. Kita harus bisa membedakan antara mengajak, memerintah dan melarang.
 
Ditulis dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW, saat berdakwah di Thoif mendapat lemparan batu, tapi tidak melakukan pembalasan. Bahkan malaikat marah menyaksikan peristiwa itu.
 
Bagaimana reaksi Nabi Muhammad?
 
Nabi tidak berdoa kepada Allah supaya orang Thoif diberi balasan. Namun berdoa supaya orang melemparinya mendapat hidayah.
 
Nabi Muhammad, dalam berdakwah, mampu mengajak tokoh-tokoh kafir seperti Ikrima bin Abu Jahal, Abu Sufyan, Hindun dan lainya bisa masuk Islam. Seandainya tidak memiliki ruhud dakwah, Nabi tidak mampu membuat mereka masuk Islam.
 
Islam tidak mungkin masuk Indonesia dengan baik, jika para penyebarnya tidak memiliki ruhud dakwah. Wali Songo adalah kelompok yang memilikinya. Ruhud dakwah yang dilakukan Wali Songo yang diwarisi para ulama menjadikan Islam bisa berkembang mayoritas di tanah air Indonesia.
 
Disamping memiliki ruhud dakwah, seorang da’i juga harus mempunyai kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, terutama ilmu agama dan selalu berjiwa lemah lembut.
Jika saat ini para penyebar Islam tidak memiliki ruhud dakwah sebagaimana yang dilakukan Nabi, mungkin akan bertambah banyak kalangan yang membenci Islam.
 
*Tim Cyber Ditjen Bimas Islam Kemenag RI