TIM CYBER ANTI NARKOBA, PORNOGRAFI, DAN RADIKALISME

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI
Ciri Kelompok Radikal dari Kalangan Saintis
Monday, 19 February 2018 | 13:40
Artikel

Ciri kaum yang terlibat dalam Islamisme maupun ekstrem kanan sulit menerima hal yang tidak sesuai dengan norma mereka, atau sebut saja, “jijik dengan yang berbeda”. Kasus penolakan homoseksualitas dan isu rasial mencuat di kalangan mereka. Kemudian, ciri terakhir yang ditemukan adalah mudah menyederhanakan, simplisisme, atas isu-isu yang ada. Kenaifan membicarakan persoalan masyarakat dan masalah politik adalah pertanda ciri ini.
 
Terkait isu gender, minimnya peran perempuan dalam golongan-golongan Islamis dan ekstrem kanan. Hal ini mengisyaratkan ada pemahaman yang “mencibir” perempuan di kalangan Islamis, sehingga secara tidak langsung, pandangan-pandangan terhadap perempuan di kalangan kaum Islamis perlu dipertanyakan.
 
Sesungguhnya, persoalan religiusitas bukanlah penyebab fundamental radikalisasi ahli teknik. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa pengalaman spiritual adalah domain pribadi, dan tidak ada kaitannya dengan kecenderungan menjadi radikal. Disebutkan bahwa religiusitas yang membumi dan terbuka terhadap masyarakat, tidak mungkin terkena dampak radikalisasi.
 
Kalangan terdidik, punya ekses tersendiri terhadap gerakan esktremisme di dunia. Dengan memahami segala konstruksi nalar dan ciri disiplin ilmu, khususnya ilmu eksakta, bisa membantu kita untuk memahami peta ekstremisme di dunia, serta persoalan pendidikan dan realitas sosial di sekitar kita. Jarangnya mereka –kelompok sarjana eksakta- berkecimpung dengan masyarakat sosial menjadikan mereka cenderung hidup secara inklusif dan tidak terlalu terbuka untuk menerima pandangan lainnya, khususnya pandangan tentang keberagaman yang pasti akan kita temukan dalam tafsiran agama.
 
*Tim Cyber Anti Narkoba, Pornografi, dan Radikalisme Ditjen Bimas Islam Kemenag RI